Petani Mamuju Manfaatkan Embung untuk Hadapi Kemarau dan Musim Tanam II

56 0

JAKARTA – Ketersediaan air adalah hal yang sangat penting dalam dunia pertanian. Terutama saat musim kemarau dan menghadapi musim tanam II. Para petani di Desa Banua, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, mengantisipasi hal tersebut dengan membangun embung.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan dalam kondisi seperti ini petani harus bisa memanfaatkan semua potensi yang dimilikinya.

“Pertanian Indonesia akan memasuki masa tanam II. Namun, di saat bersamaan kita juga akan menghadapi musim kemarau. Oleh karena itu, kita harus lakukan percepatan tanam dan manfaatkan segera sumber air yang tersedia. Karena bagaimana pun kondisinya, pertanian tidak boleh terganggu, pertanian tidak boleh bermasalah,” tuturnya.

Kementan melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian telah melaksanakan program pengembangan bangunan konservasi air yakni Embung sejumlah 12.489 unit dalam kurun waktu tahun 2014 – 2019. Pembangunan embung ini diharapkan akan sangat membantu para petani dalam menjaga ketersediaan air bagi usaha tani nya untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, pembangunan embung yang dilakukan di Mamuju adalah langkah tepat untuk mengantisipasi perubahan iklim sekaligus menyambut musim tanam II tahun ini.

“Keberadaan Embung sangat membantu sektor pertanian. Khususnya dalam menyiapkan musim tanam dan sebagai antisipasi dampak iklim. Embung pertanian dibangun untuk mempertahankan ketersediaan sumber air di tingkat usaha tani sebagai suplesi air irigasi atau sumber air lainnya,” ujar Sarwo Edhy.

Pemanfaatan embung di Desa Banua, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju dilakukan pada Tahun 2019 oleh Poktan Mesa Penawa yang diketuai Alferos.

Embung yang dibangun Poktan Mesa Penawa, memanfaatkan aliran air sungai. Embung ini mampu mengairi areal seluas 30 hektare (Ha). Hasilnya pun sangat positif. Karena, produktivitas mengalami peningkatan. Jika sebelumnya produktivitas sebanyak 3,8 ton/ha, maka setelah ada pembangunan embung , usaha tani tetap aman dan produktivitas meningkat menjadi 4,8 ton/ha.

Menurut Ketua Poktan Mesa Penawa, Alferos, para petani menaruh harapan yang tinggi dengan kehadiran embung.

“Dengan adanya bantuan embung ini, diharapkan kebutuhan air untuk para petani terpenuhi sehingga berdampak pada peningkatan produksi, juga diharapkan kepada pemerintah agar senantiasa memperhatikan petani utamanya dalam memberikan bantuan ke petani,” tuturnya mewakili petani.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *