PLBN Skouw, Destinasi di Perbatasan RI-Papua Nugini

318 0

DESTINASIDIGITAL.COM, JAYAPURA – Tugas utama Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Papua, adalah pintu masuk buat wisatawan asal Papua Nugini. Namun, PLBN ini memiliki fungsi tambahan. Khususnya setelah fisik bangunan mengalami renovasi. PLBN Skouw kini menjadi destinasi wisata.

Pada 26-28 nanti, PLBN Skouw akan diramaikan dengan Festival Crossborder 2019. Bintang tamunya penyanyi reggae Ras Muhammad dan band reggae asal Papua Nugini Mixmate.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, PLBN Skouw memiliki daya tarik.

“PLBN Skouw ini sangat megah. Posisinya juga strategis. Fasilitasnya lengkap, termasuk ruang terbuka untuk menampung massa dalam jumlah besar. Semuanya sangat representatif. Event yang digelar di sini biasanya selalu sukses,” ungkap Ricky, Rabu (13/3).

PLBN Skouw berada di Distrik Muara dengan waktu tempuh 1,5-2 Jam dari Jayapura. Jalannya mulus, lebar, dan dilengkapi rambu lalu lintas yang lengkap. Usai direnovasi, PLBN diresmikan Presiden Joko Widodo pada Mei 2017. Desain bangunannya unik. Mengadopsi budaya setempat. Filosofinya persatuan.

Selain bangunan inti, PLBN juga memiliki zona buffer. Area ini dilengkapi sekitar 400 gerai, gedung serbaguna, Wisma Indonesia, dan asrama. Menjadi destinasi baru, kawasan ini juga dilengkapi 10 toilet bersih.

“Selain menjadi pintu keluar masuk wisatawan, PLBN Skouw menjadi sentra ekonomi baru. Transaksi besar dengan perputaran uang cepat. Sebab, semua infrastrukturnya mendukung,” kata Ricky.

Berada di tepi laut, view alam PLBN Skouw dijamin eksotis. Pemandangan ini menyempurnakan detail dari area PLBN yang juga instagramable. Spot terbaik untuk swafoto diantaranya, tulisan ‘Skouw’ di depan gedung utama. Ada juga tulisan ‘Border Post of Indonesia’ dengan nuansa merah-putih. Sisi lain adalah Patung Garuda, gapura perbatasan, higga area terbuka hijau di sekitar gedung.

“Sejak pertama diresmikan sampai sekarang pun masih ramai. Spot-spot itu digunakan untuk berfoto, apalagi wisatawan dari Papua Nugini yang berkunjung. PLBN Skouw ini juga memiliki menara tinggi berupa mercusuar. Jadi, background-nya semakin lengkap,” jelas Ricky lagi.

Menjadi destinasi masyarakat di perbatasan, lalu lintas wisatawan di PLBN Skouw ini cukup tinggi. Mengacu data PLBN Skouw pada Agustus 2018, pergerakan rata-rata wisatawan Papua Nugini mencapai 1.000 orang per hari. Angka ini akan meledak hingga 5.000 orang per hari pada momen libur tertentu, seperti hari raya.

Ricky menambahkan, PLBN Skouw memiliki potensi besar.

“Potensi besar memang dimiliki PLBN Skouw. Arus wisatawan masuk dan keluar sangat kompetitif di sana. Dengan beragam daya tariknya, kami yakin penyelenggaraan Festival Crossborder Skouw 2019 ini akan sukses. Kunjungan wisatawan Papua Nugini akan semakin optimal. Baik pada saat hari event, maupun sesudahnya,” lanjut Ricky.

Festival Crossborder Skouw 2019 akan menghadirkan beragam kemeriahan. Selain aksi Ras Muhammad dan Mixmate Band, ada juga aktivitas pameran, bazaar, dan parade budaya.

“Pihak PLBN Skouw juga sangat kooperatif untuk mengembangkan potensinya. Ini tentu menjadi sinergi lintas sektoral yang luar biasa. Semua bahu membahu untuk kemajuan daerah perbatasan ini,” kata Ricky lagi.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, memberikan apresiasi buat PLBN Skouw.

“PLBN Skouw ini berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Bukan hanya sebagai pintu keluar-masuk, PLBN juga menjadi destinasi wisata. Bahkan saat ini sudah jadi pusat kegiatan ekonomi. Dengan fakta ini, masyarakat di perbatasan semakin sejahtera. Program membangun Indonesia dari perbatasan pun sukses,” tutup Menpar. (*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *