Poktan Sri Nadi Maksimalkan READSI dengan Dana Sharing Alsintan

27 0

KOLAKA – Untuk memaksimalkan program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI), sekaligus meningkatkan pendapatan petani, Kelompok Tani Sri Nadi di Desa Peoho, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, siap sharing dana alat dan mesin pertanian (alsintan).

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang menekankan bahwa Pertanian Indonesia tidak boleh melemah. Dalam keadaan apapun pertanian harus Tangguh.

“Kementerian Pertanian mendorong Kerjasama dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mendukung kegiatan Pertanian. Kita juga akan pastikan produksi bahan pangan pengganti nasi seperti jagung cukup sesuai kebutuhan bulanan, termasuk dukungan produksi seperti Alsintan,” tegas Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mendukung penuh seluruh kegiatan yang berkaitan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“KIta akan memaksimalkan dukungan untuk program-program Kementan, termasuk melalui READSI yang hadir di 6 Provinsi dan 18 Kabupaten,” katanya.

Dedi menjelaskan, READSI bertujuan meningkatkan penghidupan petani kurang mampu di daerah sasaran. Diantaranya mendorong keterlibatan perempuan, perbaikan gizi keluarga hingga dorongan untuk simpan pinjam lewat kelompok tani per komoditas

“Stimulus program READSI merupakan bantuan, akan tetapi selanjutnya kelompok diharapkan dapat mandiri sehingga FD dan PPL diharapkan dapat bekerja sama dalam kegiatan pemberdayaan pada kelompok,” katanya.

Program READSI sangat berhubungan dengan Indek IPM (Indek Pembangunan Manusia) dan PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Untuk mengukur kesuksesan Program READSI, dapat dilihat dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, penyerapan anggaran dan percepatan kegiatan di lapangan.

Kelompok Tani Sri Nadi adalah salah satu kelompok sasaran Program READSI. Kelompok ini mengembangkan komoditi padi sawah, serta menyetorkan dana sharing Alsintan 30% dari harga barang ke rekening poktan.

Hal ini adalah skema bantuan alsintan program READSI dengan sharing. Tujuannya, agar petani mempunyai rasa memiliki Alsintan dan dapat di jaga untuk waktu yang lama. Pengajuan sudah sesuai dengan kebutuhan dan peruntukan kelompok yakni, Hand Traktor 3 unit dengan harga 30jt/unit  dari hasil dana swadaya poktan 30% dan dukungan Program READSI sebesar 70%.

Ketua Kelompok Tani Sri Nadi mengatakan, Hand Traktor akan dipakai untuk mengolah lahan anggota kelompoknya serta bisa disewakan untuk menambah tabungan pendapatan kelompok.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *