Produksi Pertanian Diamankan dengan Gerdal OPT

629 0

BONE BOLANGO – Kementerian Pertanian memberikan dukungan terhadap Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sejak dini yang dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bone Bolango. Terlebih gerakan ini dilakukan untuk mengamankan produksi pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan produksi pertanian harus terus berlangsung dalam kondisi apa pun.

“Terlebih dalam pandemi Covid-19. Produksi pertanian harus terus dijaga. Karena pertanian harus terus menghasilkan pangan yang dibutuhkan sebagai pembentuk imunitas tubuh,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa.

“Dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh bermasalah, pertanian tidak berhenti. Petani dan penyuluh harus turun ke lapangan untuk memastikan pertanian tetap berlangsung. Karena pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menjaga produksi ini juga yang dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bone Bolango. Untuk menjaga ketersediaan pangan dan Produktivitas padi, berbagai upaya telah dilakukan salah satunya dengan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sejak dini.

Koordinator POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) wilayah Kabupaten Bone Bolango, Abdullah Djafar, mengemukakan bahwa Gerakan Pengendalian sejak ini dilakukan berdasarkan laporan mingguan dari petugas POPT yang ada dimasing-masing kecamatan.

“Dari hasil pengamatan dilapangan, maka akan ada peringatan dini dan rekomendasi pengendalian OPT yang akan disampaikan kepada Dinas Terkait dan Kelompok tani untuk ditindak lanjuti ditingkat lapangan,” kata Abdullah.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bone Bolango Roswaty Agus. Menurutnya, dari hasil peringatan dini dari POPT maka Gerdal serangan OPT itu harus ditindak lanjuti ditingkat kelompok tani atau petani.

“Untuk meminimalisir tingkat serangan OPT, maka OPT harus dikendalikan sejak dini sebelum terjadi peningkatan Populasi OPT dan daerah sebaran serangan OPT,” kata Roswaty disela kegiatan Gerdal di Kelompok Tani Semangat Karya 3, Desa Dutohe Barat, Kecamatan Kabila, 21 Februari 2021.

Gerdal difokuskan pada hamparan sawah yang mulai ada tanda-tanda populasi dan serangan OPT. Untuk tingkat serangan ringan dilakukan pengendalian dengan mengunakan agens hayati.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Rosna Dewi mengatakan dalam gerdal ditingkat Kecamatan, Dinas Pertanian dan Peternakan menyiapkan agens hayati.

“Kami siapkan agens hayati, dan untuk kelompok tani atau petani yang melakukan kegiatan penyemprotan dilahan sawah,” tutur Rosna.

Salah satu tanda-tanda serangan OPT yang dilakukan pengendalian sejak dini dilahan usahatani padi sawah adalah Wereng Batang Cokelat dan untuk pengendaliannya, direkomendasikan penggunaan Agens Hayati.

Menindaklanjuti laporan dan rekomendasi tersebut, maka Dinas Pertanian dan Peternakan, Penyuluh Pertanian, POPT dan Kelompok tani melakukan kegiatan Penyemprotan Agens hayati secara bersama-sama dihamparan sawah yang terdeteksi ada serangan ringan dan tanda-tanda Populasi WBC.(NS/EZ)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *