Program BISA dan Bimtek Fotografi Branding Potensi Kuliner Gianyar

45 0

GIANYAR – Potensi industri ekonomi kreatif kuliner Daya Tarik Wisata (DTW) Gianyar dibranding Kemenparekraf/Baparekraf melalui program BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) juga Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Ekonomi Kreatif Fotografi. Apalagi, DTW Gianyar melalui Ubud sedang didorong menjadi situs gastronomi dunia.

Setelah Tegallalalng, program BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi kini digulirkan di Ubud, Gianyar, Bali, Selasa (1/9). Program ini diikuti sekitar 100 orang peserta. Mereka pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak Covid-19. Kadispar Gianyar Anak Agung Gde Putrawan mengungkapkan, Ubud memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar.

“Ubud merupakan brand besar. DTW ini sudah mendunia dengan beragam potensi yang ditawarkannya. Ubud memiliki potensi besar di lini ekonomi kreatif. Destinasi ini kuat di sektor kulinernya dan sedang diarahkan menjadi DTW gastronomi dunia,” ungkap Anak Agung.

Menguatkan lini ekonomi kreatif, DTW Gianyar ini memiliki 3 konten prioritas dari 16 subsektor. Konten ekonomi kreatif unggulannya terdiri dari, Seni Pertunjukan, Kriya, dan Kuliner. Dari komposisi tersebut, kuliner memang sangat menonjol di Ubud. Anak Agung pun menambahkan, desain Ubud sebagai DTW gastronomi dunia harus dilanjutkan.

“Kuliner di Ubud sangat kuat dan terus diarahkan sebagai DTW gastronomi dunia. Bila tidak ada Covid-19, Ubud masuk tahap ke-3 pengembangan sebagai DTW gastronomi dunia pada 2020. Kami berharap, program ini terus dilanjutkan oleh Kemenparekraf/Baparekraf. Sebab, bicara gastronomi maka semua aspek diperhatikan mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajiannya,” lanjutnya.

Untuk menjaga potensi Ubud sebagai DTW gastronomi dunia, Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi digulirkan untuk menguatkan branding. Narasumbernya yaitu, Fotografer Profesional Bersertifikat Denny Herliyanso. Dikemas menarik, peserta sangat antusias menyimak materi berupa pengetahuan dasar fotografi dengan memakai smartphone. Meski memakai peralatan sederhana, namun hasilnya dijamin luar biasa.

Untuk menghasilkan karya foto yang menarik, beragam tips diberikan. Peserta diajak mengerti fokus terhadap obyek. Mereka juga dituntut tampil beda baik teknik, sudut foto, dan momentumnya. Ada juga pemahaman foto bercerita. Hal ini menyangkut pesan yang disampaikannya. Lebih lanjut, para peserta juga diajak memahami beragam peralatan yang digunakannya.

“Gianyar memiliki potensi industri ekonomi kreatif yang beragam. Potensi Gianyar sebagai DTW gastronomi dunia tentu harus didukung. Untuk itu, sinergi besar seluruh stakeholder pariwisata sangat diperlukan di sini,” tegas Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya.

Menaikan daya tawar DTW, aksi riil pun dilakukan. Melalui program BISA, dukungan berupa Wastafel Portable Anti Covid-19 dan peralatan kebersihan diberikan. Wastafel ini didesain khusus dengan meminimalkan sentuhan tangan. Bila ingin mengalirkan air, tinggal menekan pijakan kaki di bawah. Pun demikian dengan sabun pencucitangannya.

Rangkaian program BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi ditutup dengan aksi bersih-bersih. Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan di DTW Monkey Forest. DTW ini terkenal dengan satwa primata dan keindahan alamnya yang hijau. Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, seluruh potensi DTW Gianyar mendapatkan porsi branding ideal.

“Program BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi memiliki posisi strategis. Keduanya saling terkait. Yang jelas, DTW Gianyar mendapatkan porsi branding yang besar dari program ini. Posisi Ubud sebagai DTW gastronomi dunia tentu harus disupport karena potensinya luar biasa untuk menarik arus kunjungan wisatawan,” tutup Ricky.(****)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *