Program BISA Perkuat Citra Positif DTW Gunungkidul di Masa Transisi New Normal

35 0

GUNUNGKIDUL – Citra positif Daya Tarik Wisata (DTW) terus menguat di masa transisi New Normal. DTW ini semakin eksotis dengan digulirkannya program BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) milik Kemenparekraf/Baparekraf. Pariwisata Gunungkidul siap bangkit kembali, apalagi aktivasi pascavakum membukukan respon positif pasar.

Launching program BISA dilakukan di Balai Desa Pampang, Paliyan, Gunungkidul, DI Yogyakarta, pada Selasa (18/8). Ceremony-nya diikuti 100 peserta dari berbagai latar belakang, seperti pelaku ekonomi kreatif, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan masyarakat umum. Hadir juga Dispar Gunungkidul, Dispar DI Yogyakarta, perwakilan PPSDM Jawa Barat, Polsek Paliyan, hingga Koramil Paliyan.

“Pariwisata Gunungkidul sudah aktif lagi setelah vakum 3 bulan. Pariwisata Gunungkidul memiliki citra positif. Pariwisata juga menjadi citra diri bagi masyarakatnya. Kami optimistis bisa bangkit. Apalagi, ada program BISA. DTW Gunungkidul juga menerapkan protokol kesehatan secara penuh,” jelas Kadispar Gunungkidul Asti Wijayanti, Selasa (18/8).

Sama seperti DTW lainnya, Gunungkidul juga ikut terdampak pandemi Covid-19. Menyambut masa transisi New Normal, Gunungkidul mengaktivasi 4 DTW-nya. Dengan tata waktu uji coba 22-29 Juni 2020, komposisinya DTW yang digulirkan adalah Kalisuci, Gunung Api Purba Nglanggeran, Pantai Baron, dan Pantai Kukup. Hasilnya, DTW tersebut dikunjungi sekitar 12.372 orang wisatawan.

Merespon antusiasme pasar, DTW Gunungkidul lalu memperpanjang masa uji coba destinasinya hingga saat ini. Hal ini sebagai bentuk penyesuaian atas isu Covid-19. Namun, aktivasi DTW di Gunungkidul sudah mencapai sekitar 25 spot. Atraksi yang ditawarkannya beragam, seperti pantai, petualangan susur sungai, hingga desa wisata. Memberi jaminan, seluruh destinasi pun menjalankan protokol kesehatan.

“Meski destinasi sudah banyak yang dibuka, kami tetap waspada Covid-19. Protokol kesehatan sudah dijalankan ketat. DTW juga sudah melaporkannya kepada kami. Yang pasti, DTW akan diliburkan 1 hari dalam sepekan untuk dibersihkan kembali. Hal ini sebagai upaya untuk menjamin kesehatan sekaligus keselamatan wisatawan. Kami juga optimistis, apalagi program BISA bergulir di sini,” terang Asti lagi.

Menguatkan akselerasi program BISA, berbagai dukungan pun dialirkan Kemenparekraf/Baparekraf. Bentuknya berupa, Wastafel Portable Anti Covid-19 dan papan sebagai penunjuk arah. Wastafel ini didesain khusus dengan meminimalkan sentuhan tangan. Bila ingin mengalirkan air, tinggal menekan pijakan kaki di bawah. Pun demikian dengan sabun cuci tangan.

“DTW Gunungkidul memiliki potensi yang sangat luar biasa. Pangsa pasarnya besar. Hal ini bisa dilihat dari pergerakan wisatawannya yang positif. Stakeholder pariwisatanya juga sangatlah solid. Sekarang tinggal bagaimana menjaga semua potensi yang ada. Kami siap mendorong mereka dengan beragam pelatihan,” tegas Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani.

Rangkaian pembukaan program BISA pun diakhiri dengan aksi bersih-bersih DTW. Lokasi yang dipilih adalah DTW Bendowo, Pampang. Para peserta lalu dibagi jadi beberapa kelompok kerja. Ada beragam experience yang ditawarkan DTW ini diantaranya, river tubing Bendowo dan pasar khusus jajanan tradisional. Fasilitas pendukungnya lengkap, seperti rumah makan, toilet, tempat parkir, dan sekretariat.

“Program BISA akan menjadi sinergi ideal bagi potensi pariwisata DTW Gunungkidul. Sebab, program BISA menjadi penegas status bersih, indah, sehat, dan aman dari DTW Gunungkidul. Kami tentu saja optimistis, pariwisata di Gunungkidul akan tetap berdaya guna bagi masyarakatnya,” tutup Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *