Program READSI Berdayakan Petani dan Fasilitator Desa Secara Online di BBPP Lembang

40 0

LEMBANG – Pemberdayaan petani dan fasilitator desa (FD) program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI), dilakukan BBPP Lembang. Para petani dan fasilitator desa tersebut disertakan dalam pelatihan.

Hal tersebut sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

“Urusan pangan 267 juta rakyat Indonesia tetap harus ditangani dengan baik. Kita harus bekerja lebih keras. Petani harus dimotivasi dan tetap disemangati,” ujar Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyatakan hal serupa.

“Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa. Oleh karena itu gencarkan olah tanah, olah tanam, dan manfaatkan lahan pekarangan, terutama pangan lokal. Semua harus mendukung gerakan ketahanan pangan nasional,” tutur Dedi.

Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI), merupakan salah satu program Kementerian Pertanian dalam pemberdayaan petani.

Untuk meningkatkan kompetensi petani dalam memanfaatkan pekarangan di rumahnya atau lingkungan sekitar rumahnya, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang kembali menyelenggarakan pelatihan KRPL Program READSI secara virtual dengan peserta 30 orang petani muda di 6 provinsi wilayah Program READSI.

BBPP Lembang siap mengadakan E-Learning bagi Petani dan FD di wilayah sasaran READSI. Sesi online dengan memanfaatkan zoom cloud meeting, walaupun baru bagi peserta dengan metode pelatihan seperti ini, namun menjadi tantangan dalam penerapan revolusi industri 4.0.

Kepala BBPP Lembang Kemal Mahfud, mengatakan lahan pekarangan utamanya di Indonesia kawasan timur masih luas dibanding di Pulau Jawa.

“Sehingga, pelatihan bertujuan untuk bagaimana memanfaatkan pekarangan. Ketahanan pangan untuk 267 juta jiwa harus tetap bertahan saat pandemic covid-19 masih ada saat ini, karena pertumbuhan nasional dari sektor pertanian (PDB) sebesar 16,4% sehingga pekarangan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi konsumsi pangan keluarga,” katanya.

Tujuan dari pelatihan yang akan diadakan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani muda dalam penerapan teknologi pertanian terpadu dengan memanfaatkan bahan yang ada berkonsep back to nature atau berwawasan lingkungan, mampu mengaplikasikan teknologi yang didapat ditingkat lapangan, dan sebagai role model yang mampu untuk membimbing dan membina masyarakat dalam penerapan teknologi pertanian terpadu.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *