Pupuk Kujang Sudah Distribusikan 90 Ribu Ton Lebih Pupuk Subsidi di Jabar

67 0

JAKARTA – Distribusi pupuk bersubsidi terus dilakukan PT Pupuk Kujang di Jawa Barat. Di Bumi Parahyangan, penyaluran pupuk subsidi hingga 27 Januari 2021 sudah mencapai 90.936 ton.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan distribusi pupuk ini memastikan tidak ada kelangkaan pupuk.

“Tidak ada kelangkaan pupuk. Proses pupuk subsidi pun terus dilakukan, termasuk di Jawa Barat. Dan stok pupuk pun masih tersedia,” ujar Mentan SYL, Senin (1/2/2021).

Sedangkan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan distribusi pupuk subsidi menerapkan 6T alias 6 Tepat agar lebih tepar sasaran.

“Prinsip distribusi pupuk subsidi yang diterapkan adalah 6T alias 6 Tepat, yaitu Tepat Jenis, Tepat Mutu, Tepat Jumlah, Tepat Tempat, Tepat Waktu, Tepat Harga, dan Tepat Sasaran,” terangnya.

Ditambahkan Sarwo Edhy, pupuk bersubsidi tidak hanya diharapkan bisa berdampak pada peningkatan produktivitas.

“Tetapi juga meningkatkan produksi pangan dan komoditas pertanian, melindungi petani dari gejolak harga pupuk, mendorong penerapan pemupukan berimbang, juga memberikan jaminan ketersediaan pupuk,” katanya.

Sementara, Direktur Utama PT Pupuk Kujang Maryadi menambahkan penyaluran pupuk bersubsidi untuk wilayah Jawa Barat, Banten dan sebagian Jawa tengah sampai dengan 27 Januari 2021 sebesar 90.936 ton.

Stok pupuk itu terdiri dari stok urea bersubsidi sebesar 75.245 ton atau 129 persen dari ketentuan, pupuk NPK subsidi sebesar 9.439 ton (64 persen ), dan pupuk organik subsidi sebesar 6.252 ton (92 persen).

Sedangkan stok pupuk urea bersubsidi yang tersedia di gudang Kabupaten Serang sampai dengan 27 Januari 2021 mencapai 3.164 ton atau dua kali lipat lebih dari ketentuan stok pemerintah yaitu 2.014 ton (157 persen).

Sedangkan realisasi penyaluran wilayah Serang untuk Urea mencapai 3.129 ton atau 145 persen dari ketentuan dinas pertanian sebesar 2.707 ton. Selain pupuk urea, kesiapan stok Petroganiks 239 ton atau lebih dari empat kali lipat dari ketentuan stok.

“Kami pastikan semua stok pupuk bersubsidi di provinsi maupun kabupaten untuk tersalurkan stoknya dan mendorong distributor dan kios untuk lebih cepat melakukan penebusan pupuk di Gudang agar dapat segera disalurkan kepada petani yang membutuhkan,” kata Maryadi.

Dan untuk pendistribusian pupuk subsidi, Pupuk Kujang mengacu pada Permendag No.15/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.

Guna mengantisipasi kebutuhan petani yang tidak tercantum dalam ERDKK dan tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi, Pupuk Kujang mewajibkan distributor selalu menyiapkan stok pupuk non subsidi jenis Urea, NPK dan Organik di setiap kios.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *