READSI akan Maksimalkan Pelatihan Petani dan Penyuluh

23 0

JAKARTA – Dukungan Pelatihan Petani dan Penyuluh serta Pengukuhan ribuan petani milenial resmi dibuka Presiden Indonesia Joko Widodo. Kegiatan ini akan didukung penuh program READSI agar lebih maksimal.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan bahwa pertanian menjadi sektor yang memiliki pertumbuhan di tengah pandemi.

Menurutnya, petani harus menjadi profesi yang menjanjikan serta mensejahterakan. Pertanian pun diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda.

“Sebab dari total petani di Indonesia, sebanyak 71 % berusia 45 tahun ke atas sedangkan di bawah 45 tahun sebanyak 29 %. Untuk itu, Saya mendukung Kementerian Pertanian dalam melakukan pelatihan pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan mengakses KUR untuk kegiatan agribisnis dan kesejahteraan petani,” kata Presiden Jokowi.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengaku bersyukur pertanian dapat menjadi harapan ekonomi bangsa. Mentan juga berterima kasih dengan dukungan langsung bapa Presiden RI kepada para Petani, Penyuluh Pertanian dan seluruh Insan Pertanian.

“Upaya peningkatan kapasitas petani dan penyuluh terutama dalam melakukan pengembangan usaha melalui akses KUR dan optimalisasi kegiatan agribisnis perlu terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Kegiatan Pelatihan Petani dan Penyuluh dengan tema Pendampingan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta Pelatihan Wirausaha Pertanian bagi petani milenial merupakan momentum yang sangat berharga untuk para petani, penyuluh dan petani milenial,” tegas Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menagku bangga dan bersyukur BPPSDMP mampu memberikan pelatihan dan mendukung Gerakan peningkatan kapasitas SDM di bidang Pertanian.

Untuk itu, Dedi berharap program-program di Kementan, seperti READSI, bisa turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

“Kita ingin pelatihan ini maksimal untuk menghadirkan SDM berkualitas. Untuk itu, program-program seperti READSI pun kita harapkan bisa ambil bagian untuk menyukseskan program ini untuk kemajuan pertanian kita,” katanya.

Dedi menambahkan, pelatihan yang dilaksanakan secara online dan diikuti oleh petani, penyuluh, dan petani milenial dari seluruh pelosok tanah air akan menjadi leverage peningkatan kapasitas petani dan penyuluh yang lebih lanjut akan meningkatkan produktivitas pertanian.

“Saat ini telah terdaftar lebih dari 1.5 juta peserta petani dan penyuluh serta 2000 petani milenial. Di mana pelatihan dilaksanakan secara bertahap hingga mencapai 1 juta peserta dengan menggunakan fasilitas IT di 5.789 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kantor Kecamatan, Balai Desa, Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes), Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), Saung Tani, dan lain-lain,” jelas Dedi.

Menurutnya, Kementerian Pertanian berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha, oleh karenanya salah satu program utama Kementerian Pertanian dalam menjamin produktifitas, kontinyuitas dan ketahanan pangan adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial sampai dengan tahun 2024.

Dalam kesempatan itu, dilakukan juga pengukuhan 2.000 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) untuk menciptakan penguatan resonansi bagi para milenial untuk berkecimpung di sektor pertanian.

“Para duta diharapkan akan dapat menjadi role model yang menginspirasi, memotivasi dan menjadi mitra bisnis petani muda lainnya,” kata Dedi Nursyamsi.

Pengukuhan yang akan dilanjutkan dengan pelatihan yang bertema ‘Pelatihan Wirausaha Pertanian’ perlu dilanjutkan dengan pendampingan untuk mendapatkan akses KUR serta untuk menjadi pengusaha start-up atau scale-up pertanian, sehingga mekanisme snow ball effect penciptaan agropreneur dapat terus dilakukan.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *