Redam Covid-19, Program 10 Rumah Aman dan Warga Majalengka Optimalkan Home Industri

51 0

MAJALENGKA – Optimalisasi potensi home industri Kecamatan Sumber Jaya, Majalengka, Jawa Barat, diberdayakan guna meredam infeksi pandemi Covid-19. Bersinergi bersama program 10 Rumah Aman, sedikitnya 6.000 pcs masker produk home industri di sana sudah dibagikan di Desa Penjalin Lor dan Rancaputat. Treatment ini menjamin wilayahnya tetap hijau Covid-19 dan ekonomi warga berdenyut.

Di tengah upaya memutus mata rantai sebaran Covid-19, perekonomian warga justru mendapatkan tekanan hingga ‘lumpuh’. Untuk menggerakkannya kembali, penguatan fungsi home industri diberikan. Melalui kebijakan pemerintah desa, mereka memproduksi masker yang dibagikan pada seluruh warga. Kepala Desa Rancaputat, Sumber Jaya, Eli Herawati mengatakan, warga mendapat jaminan kesehatan dan ekonomi sekaligus.

“Pandemi Covid-19 dan efeknya sudah ditangani menyeluruh melalui program 10 Rumah Aman. Untuk memutus sebaran Covid-19, beragam protokol kesehatan diterapkan di Rancaputat. Kami juga menjaga keseimbangan ekonomi di sini dengan menguatkan posisi home industrinya. Kami membeli masker yang mereka produksi, lalu membagikannya kepada warga,” kata Eli, Selasa (21/4).

Menerapkan program 10 Rumah Aman, sedikitnya 2.000 pcs masker sudah didistribusikan pada warga Desa Rancaputat. Masker jadi salah satu piranti penting guna mencegah sebaran Covid-19. Dari hasil penelitian, masker kain punya efektivitas menangkal infeksi Covid-19 hingga 70%. Daya tahannya 4 jam. Agar semakin efektif, warga tetap harus menjaga jarak dalam keramaian minimal 1 atau 2 meter.

“Kami jalankan seluruh protokol kesehatan yang diinstruksikan pemerintah pusat. Masker ini menjadi kebutuhan yang penting bagi warga. Mereka juga selalu mengenakannya saat terpaksa bepergian. Pada prinsipnya mereka tetap tinggal #DiRumahSaja. Yang jelas, kami terus fokus melindungi keluarga dari potensi infeksi Covid-19,” tegas Eli.

Selain masker yang menggerakkan perekonomian, beragam treatment diterapkan pada Desa Rancaputat. Dilakukan oleh aktivis Dasa Wisma, mereka aktif melakukan pencatatan suhu tubuh secara rutin. Ada juga aktivitas penyemprotan disinfektan. Sasarannya adalah rumah warga, posyandu, tempat ibadah, hingga beberapa spot di ruas jalan.

“Kami harus memastikan lingkungan di sekitar tetap aman dari pandemi Covid-19. Semua ini dilakukan secara secara bergotong royong. Warga juga sudah memiliki kesadaran tinggi. Kami berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Lalu, warga bisa menjalani kembali kehidupan secara normal. Berkarya lebih produktif untuk kebaikan bersama,” papar Eli lagi.

Serupa Rancaputat, treatment serupa menghadapi pandemi Covid-19 secara umum dilakukan warga Desa Panjalin Lor, Sumber Jaya. Menggerakkan perekonomian desa, mereka juga ikut membeli produk masker milik beberapa home industrinya. Jumlah masker yang dibelinya mencapai 4.000 pcs dan sudah didistribusikan kepada 63,5% warga. Total warga desa di sini berjumlah 6.300 jiwa.

“Kami juga mengoptimalkan fungsi dan peran dari home industri dalam penanganan pandemi Covid-19. Dalam situasi ekonomi yang berat ini, masih ada inkam yang bisa didapatkan oleh warga. Nantinya kekurangan masker akan dipenuhi secepatnya. Dengan begitu, warga akan makin aman,” terang Kepala Desa Penjalin Lor Cahya Sunarya.

Guna menjamin kesehatan warganya secara menyeluruh, mereka juga menjalankan protokol kesehatan. Ada aktivitas pengukuran suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan. Untuk penyemprotan disinfektan dilakukan di rumah warga, tempat ibadah, posyandu, dan beberapa spot fasilitas umum. Lebih lanjut, aktivitas 10 Rumah Aman akan dilakukan menyeluruh pada Rukun Tetangga (RT) di sana.

“Kami harus memastikan kondisi warga aman dari Covid-19 secara fisik dan ekonomi. Aktivitas ukur suhu tubuh warga tetap rutin dilakukan bersama penyemprotan disinfektan. Kami sangat terbantu oleh program 10 Rumah Aman. Semangat kegotongroyongan warga semakin bagus. Kami juga lebih mandiri lagi,” ujar Cahya didampingi Kepala Dusun Panjalin Lor Selamet Hermanto.

Masuk dalam wilayah Majalengka, infeksi pandemi Covid-19 di sana relatif terkendali. Mengacu kepada https://pikobar.jabarprov.go.id/data, Selasa (21/4) siang, Majalengka memiliki nol kasus positif Covid-19. Meski Covid-19 sempat muncul pada 1 orang warga sebelum akhirnya dinyatakan meninggal. Adapun jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sekitar 65, lalu ada 3 jiwa berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Partisipasi aktif warga dalam upaya penanganan Covid-19 secara menyeluruh itu sangat dibutuhkan. Fungsi home industri di sana tentunya harus didorong lagi. Optimalisasi juga harus dilakukan pada lini home industri lainnya. Selain masker, kuliner juga bisa diupayakan. Untuk marketingnya secara online melalui media sosial hingga WhatsApp Group. Tapi, transaksinya tetap ikuti prosedur pengamanan yang berlaku,” tutup Kepala Staf Presiden Moeldoko.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *