Sawah Tersapu Aliran Sungai, Kementan Minta Petani Empat Lawang Ikut Asuransi

24 0

JAKARTA – Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) meminta para petani di Kabupaten Empat Lawang memanfaatkan asuransi untuk menjaga lahan pertaniannya. Terlebih tidak kurang dari enam hektare lahan sawah di Empat Lawang rusak tersapu aliran Sungai Keruh.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengaku bersimpati dengan situasi yang dihadapi petani di Empat Lawang. Ia berharap petani mengikuti asuransi sebagai langkah antisipasi.

“Petani harus selalu menyiapkan langkah antisipasi agar lahan pertaniannya tidak terganggu. Apalagi jika sampai menyebabkan gagal panen. Deteksi segera ancaman-ancaman seperti perubahan iklim yang bisa menyebabkan kekeringan, banjir, hingga longsor, atau luapan sungai. Ada juga ancaman penyakit seperti serangan hama. Antisipasi hal-hal itu dengan memanfaatkan asuransi,” tutur Mentan SYL, Selasa (28/07/2020).

Sementara Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy, mengatakan petani harus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini.

“Koordinasikan dengan pihak atau dinas terkait mengenai hal ini. Sebab, penyebabnya adalah luapan sungai. Berarti harus ada perbaikan dari dinas terkait agar masalah ini tidak terulang, dan bisa dicari tahu permasalahannya,” ujar Sarwo Edhy.

Agar petani tidak merugi jika mengalami masalah serupa, atau akibat ancaman lainnya, Sarwo Edhy mengimbau agar petani memanfaatkan asuransi pertanian yang sudah berjalan. Menurutnya, ada dua jenis asuransi pertanian yang bisa dimanfaatkan. Yaitu Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K).

Untuk AUTP, premi yang harus dibayarkan sebesar Rp 180.000 /hektare (ha)/MT. Nilai pertanggungan sebesar Rp 6.000.000/Ha/MT. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap serangan hama penyakit, banjir, dan kekeringan.

Sementara premi pada AUTS/K sebesar Rp 200.000/Ekor/Tahun. Nilai pertanggungan terbagi menjadi tiga. Untuk ternak mati nilai pertanggungannya sebesar Rp 10 Juta/Ekor, ternak potong paksa Rp 5 Juta/Ekor, dan kehilangan Rp 7 Juta/Ekor.

“Asuransi bisa membuat petani beraktivitas dengan tenang. Karena, asuransi merupakan salah satu komponen dalam manajemen usahatani untuk mitigasi risiko bila terjadi gagal panen.Dengan adanya asuransi, perbankan lebih percaya dalam menyalurkan kreditnya,” tuturnya.

Sarwo Edhy menjelaskan, apabila usaha tani atau ternak mengalami gagal panen, petani akan mendapatkan penggantian atau klaim dari perusahaan asuransi. Sehingga, ada jaminan terhadap keberlangsungan usaha tani dan tidak terjadi gagal bayar terhadap kreditnya.

Air Sungai Keruh sendiri meluap pada Sabtu (25/7/2020) di Kecamatan Paiker, Kabupaten Empat Lawang. Kondisi ini merusak pangkal jembatan Desa Lawang Agung yang menjadi penghubung Desa Bandar Agung, Kecamatan Paiker.

Tidak hanya itu, sedikitnya ada sekitar enam hektar sawah warga Desa Talang Padang rusak dan terancam gagal panen. Padahal, tanaman padi tersebut akan dipanen beberapa hari lagi.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *