Sempurnakan Infrastruktur Pertanian Kolaka Utara, READSI Hadirkan Irigasi Sederhana

19 0

LATOWU – Ditengah pandemi covid-19, peningkatan produktivitas pertanian terus diupayakan Kementerian Pertanian. Berbagai program pun dimaksimalkan, termasuk READSI yang mendukung peningkatan produksi di Latowu, Kolaka Utara, dengan mempersiapkan irigsi sederhana.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan peningkatan produktivitas dibutuhkan untuk menjaga ketahanan pangan. Untuk mewujudkannya, Kementan berkomitmen dalam memastikan ketersediaan pupuk, bibit sampai perbaikan infrastruktur pertanian di desa.

“Menjaga ketahanan sudah menjadi tugas utama kami, tapi kami juga akan genjot perbaikan infrastruktur. Pastikan juga bahwa Pertanian dapat memberikan kesempatan kerja bagi para Petani dan penduduk di desa,” kata Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan hal serupa.

“Pertanian merupakan garda depan dalam upaya pencegahan Covid-19 karena pangan adalah penyangga kesehatan kita. Jika kebutuhan pangan terpenuhi, imunitas tubuh masyarakat akan terjaga sehingga kita akan mampu melawan Covid-19. Dengan kata lain, pangan adalah agen yang melawan Covid-19 paling efektif,” katanya.

Mendukung program utama dalam memenuhi kebutuhan pangan, program READSI mendukung pembangunan infrastruktur di kelompok tani sasaran. Termasuk monitoring perkembangan dan persiapan pembangunan irigasi sederhana di Desa Latowu melalui Fasilitator Desa yang tersebar di setiap desa sasaran Program READSI.

Adriana Buangin, FD Latowu, melakukan monitoring Bersama anggota pokmas yang sudah ditetapkan. Pembangunan infrastruktur di Desa Latowu berupa irigasi pengairan sederhana yang diharapkan akan dapat mengairi sawah petani yang rawan kekeringan di musim kemarau.

“Monitoring kali ini pengecekan administrasi proses pencairan dana infrastruktur yang sudah dalam proses penyetoran ke DPMO. Selain itu penting untuk melihat perkembangan persiapan pembangunan infrastruktur jaringan irigasi tersier di Desa Latowu saat ini sudah masuk dalam tahap awal pelaksanaan. Dimana Tim pelaksana TPID sudah mulai memasukkan material seperti batu yang jaraknya kurang lebih 30 meter dari titik lokasi. Kemungkinan awal bulan Agustus kegiatan sudah mulai di laksanakan dengan berkoordinasi terlebih dahulu dengan DPMO,” terang Adriana.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *