Sempurnakan Prasarana DTW, Program BISA Dorong Perbaikan Status TTCI

31 0

GUNUNGKIDUL – Peringkat Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2020 pariwisata Indonesia terus didorong maksimal. Sub kategori potensialnya datang dari Health and Hygiene sekaligus Safety and Security. Sebab, Kemenparekraf/Baparekraf terus menyempurnakan prasarana Daya Tarik Wisata (DTW). Kanal perbaikannya melalui program BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman).

Program BISA kini bisa dinikmati DTW Gunungkidul, DI Yogyakarta, 18-19 Agustus 2020. Menjadi kado HUT Kemerdekaan RI Ke-75, launcingnya dilakukan di Desa Wisata Pampang dan Ngalang. Kontennya terdiri dari Bimtek Pelatihan SDM Ekonomi Kreatif, pemberian bantuan, pelatihan fotografi memakai smartphone, hingga bersih-bersih di kawasan DTW. Menaikan daya tawar DTW, aktivitas ini menjadi sinyal positif bagi sub TTCI.

“Program BISA akan memberikan impact positif yang luas. Selain DTW, efek berantainya akan mendorong perbaikan peringkat Indonesia pada TTCI. Sebab, program BISA menyentuh secara langsung sub kategori penilaian dalam TTCI,” ungkap Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani, Selasa (18/8).

Membidik perbaikan sarana prasarana, program BISA bersinggungan langsung dengan sub kategori TTCI. Ada sub kategori Health and Hygiene juga Safety and Security. Hanya saja, Health and Hygiene berada pada grid 102 dari total 140 negara. Dengan jumlah negara sama, peringkat Health and Hygiene lebih baik karena berada pada strip 80 dunia. Ricky menambahkan, program BISA menaikan standard kualitas DTW.

“Standard kualitas DTW otomatis naik dengan digulirkannya program BISA tersebut. Sebab, program ini menyentuh seluruh aspek. DTW kini menjadi semakin bersih, indah, sehat, dan aman. Pada intinya sangat direkomendasikan untuk dikunjungi dan dijadikan spot berlibur. Indonesia, termasuk Gunungkidul, itu terkenal dengan warna eksotis budaya dan alamnya. Ideal untuk melepas penat di masa transisi Covid-19,” lanjut Ricky.

Meski berbagi space dengan upaya penanganan pandemi Covid-19, perbaikan peringkat TTCI tetap jadi fokus pariwisata Indonesia. Apalagi, track record-nya sangat positif di dalam beberapa periode tahun terakhir. Indonesia pada 2019 berada di urutan 40 dunia dari 140 negara. Posisi tersebut pun naik 2 strip dari 2017 yang berada di strip 42 dunia. Pariwisata Indonesia mendapatkan skor 4,3 dari skala 7.

“Peringkat TTCI akan terus membaik. Apalagi, program BISA secara berantai diterapkan pada banyak DTW di Indonesia. Terbaru ini memang digulirkan di Gunungkidul. Kami optimistis akan ada banyak sub kategori TTCI yang skornya naik setelah program BISA diterapkan,” terang Ricky lagi.

Support optimal di TTCI 2019 salah satunya diberikan Safety and Security yang mendapatkan skor 5,4. Dengan capaian itu, peringkat sub kategori Safety and Security naik peringkat dari 91 menjadi 80. Untuk sub kategori Health and Hygiene mendapatkan skor 4,5. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya mengatakan, Indonesia semakin nyaman dikunjungi.

“Kalau peringkat TTCI bagus, otomatis kepercayaan wisatawan dunia akan semakin tinggi. Indonesia semakin nyaman dikunjungi. Artinya, ada nilai ekonomi yang bagus bagi masyarakat. Arah ke sana diantaranya disasar melalui program BISA. Daya tawar pariwisata Indonesia akan naik, termasuk posisi di TTCI yang terus membaik. Yang pasti semuanya menjadi positif,” kata Wisnu.(***)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *