Sertifikasi Kompetensi Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Subsektor Kriya (Batik)

107 0

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Batik (LSP Batik) menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Kompetensi Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Subsektor Kriya (Batik) di Bait Al Hikmah (Batik Langgam), Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (15 Juni 2022). Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta dari berbagai Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara yang telah menjalani seleksi portofolio subsektor kriya (batik).

Menurut Direktur LSP Batik, Dr. Ir. Rodia Syamwil, M.Pd, Batik adalah warisan budaya bangsa yang perlu dilestarikan. Pelestarian batik bukan hanya dapat dilakukan melalui kajian budaya dan ilmiah, tetapi perlu didukung oleh kontinyuitas produksi batik, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat pembatik. Produksi batik berkualitas sangat tergantung pada pengrajin batik yang kompeten, yang jumlahnya saat ini mencapai 212.000 orang tersebar di seluruh Indonesia. Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Sektor Kriya Batik merupakan suatu keniscayaan, mengingat batik adalah warisan budaya bangsa yang tercatat sebagai UNESCO Intangible Cultural Heritage dan sekaligus menjadi penyumbang devisa serta pendapatan asli daerah.

Beliau juga menyampaikan, meskipun bukan merupakan daerah asal batik, Provinsi Sumatera Utara juga telah mengembangkan batik sebagaimana juga 33 provinsi lain di Indonesia, dengan karakteristik motifnya sendiri. Provinsi Sumatera Utara memiliki destinasi wisata yang terkenal dengan obyek wisata Danau Toba, di mana ketersediaan batik menjadi salah satu penunjang pariwisata daerah ini. Perkembangan batik di provinsi ini cukup luas tersebar di kota Medan, Deli Serdang, Binjai, Tebing Tinggi, dan Langkat. Kualitas batik sangat ditentukan oleh kompetensi dari pembatik, dan kompetensi pembatik ini perlu dipastikan melalui uji kompetensi dan sertifikasi.

LSP Batik merupakan LSP P-3 pertama dan satu-satunya di Indonesia, dan telah mendapat kepercayaan menguji 14.200 orang sejak tahun 2016 dari 212.000 pekerja batik di seluruh Indonesia.

Uji Kompetensi kali ini diselenggarakan di Kabupaten Deli Serdang, atas dukungan dari Direktorat Standardisasi Kompetensi, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Kemenparekraf/Baparekraf. Menparekraf Bapak Sandiaga Uno selalu menekankan pentingnya mencetak SDM yang berkualitas yang mampu memanfaatkan peluang usaha dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satu caranya dengan sertifikasi kompetensi bagi SDM parekraf sebagai pengakuan kompetensi yang dimiliki dan meningkatkan daya saing.

Menurut Bapak Sulaeman, Koordinator Substansi Sertifikasi Kompetensi Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, sertifikasi ini bertujuan memberikan pengakuan dan penghargaan kepada pembatik kompeten, sekaligus memberikan informasi tentang jumlah pembatik yang belum kompeten dan perlu ditingkatkan kompetensinya sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk Batik. Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara dipilih menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan sertifikasi ini sebagai bagian dari upaya Pemerintah Pusat untuk mengembangkan Danau Toba yang menjadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Semoga peserta yang lulus dan kompeten dapat berkontribusi pada semakin majunya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di provinsi Sumatera Utara.

Fasilitasi ini disambut baik oleh komunitas batik di Sumatera Utara, dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mendaftarkan diri. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong masyarakat pembatik maupun pemerintah daerah untuk terus memberikan kontribusi dalam membangun subsektor kriya batik di Provinsi Sumatera Utara.

Related Post

Yuk, Tonton Ngabatik di Tasikmalaya

Posted by - 14 Juni 2019 0
TASIKMALAYA – Pesona dan beragam cerita seru seputar Memory of Galunggung akan diputar ulang di Tasikmalaya. Tepatnya pada 12-13 Juli…

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.