Serunya Berkunjung ke Pusat Informasi Geologi Belitung dan Geosite Open Pit Nam Salu

126 0

BELITUNG TIMUR – Pusat Informasi Geologi Belitung kini telah menjelma menjadi destinasi wisata baru pusat informasi edukasi geosite. Didirikan pada tahun 2019, Pusat Informasi Geologi Belitung menghabiskan anggaran sebesar Rp2 miliar. Hal ini untuk merespon rencana UNESCO yang akan memberikan status UNESCO Global Geopark untuk Geopark Pulau Belitung. Pusat Informasi Geologi Pulau Belitung guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan kekayaan keragaman geologi di “Negeri Laskar Pelangi” itu.

 

Pusat Informasi Geologi Belitung ditujukan sebagai tempat bagi wisatawan dan masyarakat umum untuk memperoleh informasi mengenai keberagaman geologi, dinamika bumi, sejarah kehidupan, potensi bencana serta potensi sumber daya geologi dan pemanfaatannya. Pusat informasi geologi ini juga untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga potensi geosite-geosite yang ada di Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Geopark Nasional Pulau Belitung. Saat ini, terdapat 40 site di Kepulauan Bangka Belitung yang terakumulasi dalam Pusat Informasi Geologi Belitung.

 

Rabu kemarin, (18/11/2020), rombongan peserta workshop Wisata Edukasi Tematik Nusantara dengan tema ‘Island Exploration in Belitung’ itu berkesempatan mengunjungi Pusat Informasi Geologi Belitung.

 

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani menjelaskan, saat ini Pusat Informasi Geologi Belitung telah ramai dikunjungi oleh wisatawan. Ada berbagai macam hal yang bisa didapatkan di sini, utamanya mengenai informasi geologi yang berada di Pulau Bangka Belitung. “Jadi, kami dari Kemenparekraf/Baparekraf amat mendukung Pusat Informasi Geologi ini menjadi destinasi wisata baru di Belitung. Wisatawan bisa mendapatkan informasi secara utuh di sini,” kata Rizki, Kamis (19/11/2020).

 

Ia berharap destinasi baru ini dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Belitung, utamanya yang memiliki minat khusus di bidang wisata edukasi dan sejarah. “Pulau Belitung telah diakui secara nasional karena beberapa titik geopark pada 2019. Diharapkan dapat menjadi destinasi wisata baru di Pulau Belitung, sehingga ke depannya kunjungan wisatawan di negeri laskar pelangi ini semakin meningkat,” katanya.

 

Arya Galih Anindita penanggungjawab kegiatan ‘Wisata Edukasi Tematik Nusantara’ di Belitung dari Kemenparekraf/Baparekraf menuturkan, sejak didirikan, ada segmen khusus wisatawan yang datang ke Pusat Informasi Geologi Belitung.

 

“Berbagai informasi disajikan di sini. Jadi, bagi wisatawan yang memiliki minat khusus bisa mengunjungi Pusat Informasi Geologi Belitung ini untuk mendapatkan berbagai macam informasi mengenai geologi di Kepulauan Bangka Belitung ini,” ujarnya.

 

Sejak pertama kali dibuka, Pusat Informasi Geologi Belitung langsung menyedot perhatian wisatawan. Rata-rata mereka yang memiliki minat khusus di bidang edukasi, geologi dan sejarah. Dikatakannya, peluang pasar wisatawan di sektor ini juga tak sedikit. Dengan semakin dieksplor dan meningkatkan berbagai macam fasilitasnya, Arya percaya Pusat Informasi Geologi Belitung akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan tak hanya dalam negeri, namun juga mancanegara.

 

Salah satu yang obyek wisata geosite yang terkenal adalah Open Pit Nam Salu. Open Pit Nam Salu menyimpan jejak sejarah penambangan yang kini telah menjelma menjadi destinasi wisata tersohor di Pulau Penghasil Timah itu. Di masanya Open Pit merupakan tambang timah terbesar di Asia Tenggara yang dikelolah oleh PT BHPI pada tahun 1975. Kini Open Pit Nam Salu, Satu diantara tempat wisata yang harus dikunjungi saat ke Bumi Laskar Pelangi.

 

Berada di Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Jarak tempuh dari pusat Kabupaten Belitung Timur, Manggar sampai dengan Open Pit Nam Salu sekitar 36 kilometer, sedangkan dari bandara H.A.S Hananjoedin sekitar 40 kilometer. Luasan Open Pit Nam Salu sekitar 337 hektar, termasuk stoven dan Gunung Kik Karak.

 

Para pengunjung dianjurkan pengelola mengunakan safety minimum seperti helm dan fest. Di Geosite Open Pit Nam Salu pengunjung mandiri tanpa pemandu bisa membuka QR Code untuk mendapatkan informasi keunikan geologi atau batuan terdapat di situ. Untuk menuju kawasan eks tambang terbuka itu kita bisa berjalan kaki berjarak sekitar 600 meter.

Sepanjang jalan menuju eks tambang terbuka tersebut mata wisatawan juga dimanjakan dengan tanaman endemik seperti kantong semar, keremuntingan, pakis dan batang seru, pohon berangan dan sebagainya.

Jika beruntung, pengunjung juga bisa melihat fauna berupa tupai besar (jelalang) trggiling, kelelawar, tarsius, monyet ekor tambang perkoloni dan ketika musim panas, burung blibis juga dapat dilihat di daerah bagian selatan Open Pit Nam Salu, tepatnya di dam Parit Kemang. Sedangkan pada awal musim penghujan mereka akan kembali ke daerah asalnya.

Sampai permukaan atas wisatawan akan disajikan pemandangan eks tambang hasil teknik penambangan terbuka. Tak ketinggalan pengelola memasang safety fance agar pengunjung tidak melewati garis tersebut.

Selain itu, pengunjung Open Pit Nam Salu bisa juga melakukan susur gua melewati terowongan bawah tanah, yakni Tannel Fuk Salu yang mana kedalamannya 75 meter di bawah permukaan daratan.

Selain itu, yang menarik adalah Danau Open Pit Nam Salu yang kedalamannya sekitar 30-50 meter. Yang membuat keren danau ini adalah pantulan airnya berwarna hijau turquois dan dikelilingi oleh batuan cadas yang telah ditambang sehingga memberi tekstur yang luar biasa. Kita juga dapat menikmati keindahan gua bawah tanah bekas penambangan timah sedalam 676 meter. Untuk mencapai gua ini kita harus melewati jalur melingkar yang cukup terjal dan berbatu.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *