Simpang Lima, Destinasi Pariwisata Menarik di Atambua

265 0

ATAMBUA – Lapangan Simpang Lima Atambua menjelma jadi ikon pariwisata. Ada beragam aktivitas yang bisa dinikmati wistawan di sana. Dengan potensi besarnya, spot ini ditunjuk sebagai venue edisi 2 Konser Musik Perbatasan Atambua (KMPA) 2019, 28-29 Juni.

Lokasi edisi 2 KMPA 2019 berada di Lapangan Simpang Lima Atambua, Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Konser musik ini menampilkan Group Band Kotak, Andmesh, dan Gerson Oliveira asal Timor Leste (Tiles). Ada juga performa Panglima Band (Atambua) dan Illumia (Kefa). Kemeriahan ini pun semakin lengkap dengan beragam potensi yang ada di sekitar venue.

Pengunjung akan mendapatkan banyak experience saat berada di lokasi KMPA 2019. Sebab, Lapangan Simpang Lima menjadi salah satu ikon destinasi wisata di Atambua. Posisinya strategis karena berada di jantung Kota Atambua. Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengungkapkan, Simpang Lima Atambua kawasan yang lengkap.

“Kawasan Simpang Lima Atambua sangat lengkap. Destinasi ini juag menjadi pusat aktivitas dari warga Atambua. Ada banyak experience yang bsia dinikmati selama berada di sini,” ungkap Ricky, Rabu (19/6).

Menjadi pusat segalanya, kawasan ini berupa persimpangan dari 5 ruas jalan. Pada bagian tengahnya ada Tugu Pancasila dengan tinggi sekitar 10 Meter. Tugu ini menjadi salah satu ikon dan kebanggaan publik di sana. memiliki banyak keunggulan, kawasan ini kerap menjadi lokasi event. Selain musik, ada juga kesenian, bazaar, bahkan arena pacuan kuda.

Ditunjuk sebagai venue KMPA, ada banyak nama beken yang pernah tampil di sini. Sebut saja, Slank, d’Masiv, Judhika, Cokelat, Jamrud, dan Kikan. Dengan kapasitasnya, Lapangan Simpang Lima mampu menampung sekitar 20 Ribu orang pengunjung. Ricky menambahkan, wisatawan bisa menikmati banyak aktivitas selama berada di Simpang Lima Atambua.

“Memiliki fasilitas lengkap, wisatawan bisa melakukan banyak aktivitas. Mereka bisa menikmati wisata kuliner dan belanja. Ada banyak pilihan produk yang ditawarkan di sekitar destinasi,” lanjutnya.

Di kawasan Simpang Lima Atambua, wisatawan bisa mendapatkan beragam produk khas Tanah Timor. Sebab, di sini ada banyak gerai dan pertokoan dengan beragam produk yang bisa digunakan sebagai cindera mata. Area ini juga menyediakan beragam jenis kuliner karena banyak tersedia rumah makan. Ada juga beragam pilihan spot menginap, seperti Hotel Intan, Matahari, Paradiso, hingga homestay.

Lebih detail, Simpang Lima Atambua juga menjadi kawasan perkantoran. Di sini dijumpai banyak kantor instansi pemerintah, Gedung DPRD, kompleks militer, hingga zona peribatadan pada Gereja Katedral. “Bagi wisatawan penikmat KMPA 2019, silahkan menginap di kawasan ini. Secara geografis posisinya dekat dengan lokasi event. Kebutuhan dasar wiatawan juga banyak terpenuhi di sini,” kata Ricky lagi.

Berada di jantung kota, Kawasan Simpang Lima Atambua pun terkoneksi dengan beberapa destinasi. Ada Air Terjun Mauhalek. Waktu tempuhnya sekitar 60 menit. Destinasi ini berada di Dusun Fatumuti, Raiulun, Lasiolat, Belu. Air Terjun Mauhalek posisinya tidak jauh dari garis demarkasi Indonesia-Timor Leste (Tiles). Selain airnya yang sejuk dan jernih, kawasan ini didukung bentang alam yang eksotis.

“Atambua memang destinasi yang luar biasa. Atraksi, aksesibilitas, dan amenitasnya terbaik. Pokoknya KMPA 2019 harus menjadi destinasi utama. Publik Tiles silahkan menyeberang. Event ini terbuka bagi umum dan gratis. Silahkan menginap di kawasan Simpang Lima Atambua. Selain fasilitasnya lengkap, area ini memang strategis,” jelas Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Selain kekuatan alam, Atambua juga memiliki beberapa destinasi sejarah. Sebut saja Benteng Mekes di Bukit Mekes. Destinasi ini juga familiar sebagai Benteng Ranu Hitu atau Benteng Lapis Tujuh. Spot lain adalah area makam Bangsa Melus. Destinasi tersebut berada di Bukit Batu Maudemu, Desa Maudemu. Arief yang juga Menpar Terbaik Asia Pasifik tersebut menjelaskan, wisatawan memiliki akses luas.

“Selain fasilitasnya, Kawasan Simpang Lima Atambua memang terkoneksi dengan banyak destinasi. Hal ini tentu akan memudahkan mobilitas mereka. Waktu menjaid semakin efisien sehingga ada banyak lagi experience yang bisa dieksplorasi,” tutup Menpar.(***)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *