SL IPDMIP Kembali Digelar di Bireuen

143 0

BIREUEN – Kegiatan Sekolah Lapang IPDMIP kembali digelar di Kabupaten Bireuen, Aceh. Kali ini, pelaksanaan Sekolah Lapang MT 1 tahun 2021 dilaksanakan secara serentak di 5 kecamatan.

5 Kecamatan yang menjadi lokasi SL IPDMIP adalah kecamatan Gandapura, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, Peudada dan Pandrah. Hampir semua penyuluh pertanian dikerahkan untuk memberikan pelatihan kepada petani program IPDMIP di wilayah tersebut

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.

“Manfaatkan dan maksimalkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mendukung aktivitas pertanian di Bireuen,” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

“Tujuan dari IPDMIP adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Khususnya di daerah irigasi. Ada banyak pengetahuan yang akan diberikan dalam Sekolah Lapang IPDMIP. Untuk itu serap ilmu sebaik-baiknya dan terapkan di lahan pertanian masing-masing,” katanya.

Sekolah Lapang di Bireuen sempat tertunda beberapa waktu. Untuk mengejar ketertinggalan, DPIU Kabupaten Bireuen memberikan perhatian serius dalam pelaksanaan Sekolah Lapang tersebut.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Irwan, Sekolah Lapang MT 1 ini harus dilakukan segera mengingat banyaknya petani yang sudah menunggu program tersebut.

“Selama ini Dinas sudah berupaya untuk melaksanakan SL. Akan tetapi dengan kondisi pandemic dan lain hal sehingga proses tersebut tertunda,” katanya.

Lebih lanjut beliau menambahkan, di kabupaten bireuen ada 7 kecamatan saja yang mendapat program IPDMIP dan mengharapkan pemerintah pusat dapat memberikan tambahan Kouta dan waktu agar program IPDMIP dapat dinikmati oleh banyak petani.

Kepala BPP Gandapura, Abdul Aziz, menyampaikan, di kecamatan beliau bertugas ada 7 kelompok tani yang dilatih Sekolah lapang pada musim ini dan di harapkan apa yang disampaikan bermaafaat dan dapat di transfer ilmunya kepada petani lain.

“Dari 25 petani yang di undang untuk SL semuanya hadir mengikuti Pendidikan sekolah lapang. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat sangat tertarik dan antusias terhadap program IPDMIP ini,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, Koordinator Kabupaten Bireuen, Azhar Ishak, menyampaikan bahwa program IPDMIP rencananya akan berakhir pada akhir tahun 2022.

“Akan tetapi kita berharap kepada pemerintah pusat di Jakarta program ini dapat diperpanjang lagi mengingat masyarakat petani sangat terbantu dengan adanya IPDMIP ini,” ujarnya.

Beberapa tanggapan petani yang mengikuti acara sekolah lapang adalah ilmu yang didapat dalam sekolah lapang sangat bermaamfaat dan dapat meningkatkan hasil panen padi mereka.

Ayamaun dari Peudada, mengatakan bahwa informasi yang disampaikan akan di implementasikan pada sawah meraka seperti Program jajar legowo demikian pungkasnya.

Sementara Aminah dari Peusangan Siblah Krueng, mengungkapkan ilmu yang disampaikan sangat mudah di cerna dan dimengerti.

“Insya Allah apa yang dipelajari akan di implementasi kedepannya,” katanya. (Azhr/Swa/Ez)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *