SPECTRM Borobudur Series, Dorong Lahirnya Event Berkelanjutan

12 0

Super Priority Event Creator Camp (SPECTRM), kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) telah menggelar seri pertamanya di Desa Wisata Borobudur, Magelang yang merupakan bagian dari destinasi pendukung salah satu Destinasi Super Prioritas, Borobudur.

Kegiatan yang berangsung pada tanggal 7-8 Juni 2024 ini diikuti oleh sekitar 40 orang peserta yang merupakan perwakilan dari pengelola desa wisata dan pelaku wisata di beberapa destinasi di sekitar destinasi super prioritas Borobudur. Selama dua hari para peserta mendapatkan pelatihan intensif dan interaktif dari 3 orang narasumber yang merupakan ahli pada bidang yang menjadi fokus pada kegiatan SPECTRM.

Sesuai namanya, SPECTRM memiliki misi besar untuk membantu para pelaku pariwisata dan pengelola desa wisata agar mampu memiliki kemampuan manajemen event yang baik serta mampu menghadirkan event-event menarik di destinasi yang dikelolanya. Sehingga materi yang diterima para peserta diterima langsung oleh para ahli di bidangnya, seperti; Heru Mataya – Master Festival Indonesia; Rizanto Binol – Pakar Branding dan Kurator Karisma Event Nusantara; Sahrodin – Trainer dan Tokoh Wisata Borobudur.

SPECTRM hadir bukan sekadar memberikan ilmu terkait pelaksanaan sebuah event, namun SPECTRM hadir untuk mendorong lahirnya sebuah event yang berkelanjutan di sebuah desa wisata atau destinasi. Karena sebuah event yang berkelanjutan menunjukkan tingkat profesionalitas manajemen dari suatu desa wisata atau destinasi.

Seperti yang diungkapkan oleh Siti Chotijah selaku Ketua Umum GenPI Nasional selaku pelaksana kegiatan, menilai bahwa hadirnya event di desa wisata memang merupakan sebuah daya tarik, namun akan lebih powerful lagi jika event tersebut terlaksana tidak hanya satu kali, namun berkelanjutan. Sehingga event tersebut mampu menjadi ciri khas dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan secara konsisten bagi desa wisata.

“Kita memang percaya bahwa hadirnya event desa wisata sebagai salah satu daya tarik. Namun akan lebih powerful, jika desa wisata tersebut mampu secara konsisten dan berkelanjutan mempertahankan event tersebut. Sehingga pada akhirnya nanti, tingkat kedatangan wisatawan secara konsisten mengalami kenaikan dari tahun ke tahun”, Ucap Siti Chotijah atau akrab disapa Jhe.

Hal ini juga diakui oleh Matulla, salah satu peserta kegiatan, yang mengakui bahwa biasanya selaku pengelola di destinasi kerap tidak memikirkan adanya keberlanjutan dari suatu event. Terkadang event dilaksanakan kapan saja dengan timeline yang jelas. Namun ketika menerima materi dari para ahli yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun, Matulla mengaku menjadi lebih memahami pentingnya event yang berkelanjutan.

“Kami di destinasi biasanya hanya melaksanakan event tanpa timeline yang rapi. Bisa saja tahun ini event terlaksana, dan tahun selanjutnya akan hadir dengan nama yang berbeda dan waktu yang tidak konsisten. Namun setelah mendengarkan paparan narasumber, saya menjadi lebih memahami mengapa event itu harus berkelanjutan dan mengetahui bagaimana cara agar menghadirkan event yang berkelanjutan”, Ungkap Matulla.

Setelah usai dilaksanakan di destinasi super prioritas Borobudur, nantinya SPECTRM juga akan dilaksanakan di beberapa destinasi super prioritas dan destinasi pilihan lainnya di Indonesia. Dengan misi besar yaitu menghadirkan event berkualitas dan berkelanjutan di desa wsiata.

Related Post

Mau Nonton PIKF 2019? Naik Kereta Api Aja

Posted by - 12 Juli 2019 0
PANGANDARAN -Siapa bilang nonton Pangandaran International Kite Festival (PIKF) 2019 ribet? Aksesnya sulit? Perjalanannya bikin boring? Coba deh naik kereta…

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *