Stok Pupuk Subsidi di Hulu Sungai Tengah Melebihi Ketentuan Minimum

56 0

JAKARTA – Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Hulu SUngai Tengah, Kalimantan Selatan, dijamin aman. Stok yang tersedia pun sesuai alokasi, bahkan melebihi ketentuan minimum.

Berdasarkan data dari PT Pupuk Indonesia, stok pupuk bersubsidi di Gudang Kabupaten Hulu Sungai Tengah per tanggal 12 April 2021 adalah sebesar 338 ton dengan rincian pupuk jenis urea, NPK Phonska, SP-36, ZA, dan Petroganik.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan ketersediaan ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh petani.

“Pemerintah akan selalu berupaya untuk memastikan pupuk bersubsidi tersedia untuk petani. Khususnya, untuk menghadapi musim tanam. Sehingga produksi pertanian bisa terus terjaga,” katanya, Kamis (15/4/2021).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan pupuk bersubsidi didistribusikan dengan mengacu pada eRDKK.

“Jumlah pupuk bersubsidi sangat terbatas. Oleh karena itu, pendistribusiannya dilakukan dengan menggunakan eRDKK,” tuturnya.

Sarwo Edhy menjelaskan, eRDKK berisi data petani penerima manfaat dengan jumlah pupuk yang bisa ditebusnya.

“Tapi tentunya jumlah pupuk bersubsidi yang bisa ditebus kita sesuaikan dengan kuota yang ada,” katanya.

Sementara Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana, mengatakan jumlah pupuk bersubsidi di gudang Kabupaten Hulu Sungai Tengah lebih banyak dari stok minimum ketentuan pemerintah.

Dia menjelaskan bahwa realisasi penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah saat ini adalah sebesar 363 ton. Jumlah ini telah mencapai 32 persen dari alokasi dalam setahun yang sebanyak 1.150 ton.

Terkait harga pupuk mahal, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi memang terdapat penyesuaian.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *