Sudah Uji Trail, Konsep Tematik Segera Dilakukan di Danau Toba

143 0

SIMALUNGUN – Mengeksplorasi Danau Toba tidak akan pernah ada habisnya. Banyak destinasi yang harus dikunjungi. Banyak storytelling yang bisa digali. Belum lagi konsep tematik yang segera dihadirkan. Konsep ini sudah menjalani tahap uji trail. Yang artinya, sudah siap digelar.

Konsep Tematik Danau Toba akan melibatkan setidaknya 7 spot. Ada Huta Ginjang, Muara, Aek Sipangolu, Air Terjun Janji, Tipang, dan Goting. Satu destinasi lainnya adalah Pulau Sibandang.

Rangkaian Uji Trail dan Bimtek sudah dilakukan Kemenpar pada konsep ini. Uji Trail dilakukan Kamis (12/9). Sedangkan Bimtek Wisata Budaya digelar sehari sesudahnya. Pola Perjalanan Wisata Budaya menjadi salah satu bahasannya.

“Kawasan Danau Toba ini destinasi lengkap. Apapun tematik perjalanannya, pasti menarik. Alam dan budayanya indah,” kata Dosen Poltekpar Medan Emrizal.

Inspire Robert Moningka membenarkan hal itu. Menurutnya, ada banyak cara menikmati keindahan Danau Toba. Kesemuanya sangatlah eksotis dan luar biasa.

“Setiap destinasi menawarkan ciri khas. Starting-nya dari Huta Ginjang, baru mengalir menuju spot lainnya. Komposisi ini menyenangkan, apalagi sudah di-Uji Trail-kan,” tutur Robert Moningka.

Huta Ginjang adalah salah satu spot terbaik untuk menikmati Danau Toba dari ketinggian. Hita Ginjang berada pada ketinggian 1.555 mdpl. Nuansa alamnya semakin khas dengan bentangan hutan pinus di bawahnya. Posisinya hanya 8 Km dari Bandara Silangit. Dari Huta Ginjang, wisatawan bisa menikmati suasana Muara lalu menyeberang ke Pulau Sibandang.

Berada di Pulau Sibandang, wisatawan bisa menikmati indahnya perbukitan di Kawasan Danau Toba. Ada Bukit Tarabunga, Sigaol, Bakkara Muara, Nainggolan, hingga Dolok Tolong. Pulau Sibandang juga menawarkan keindahan budaya, sejarah, juga agrowisata. Melanjutkan tour, spot berikutnya adalah Aek Sipangolu yang memiliki air jernih menyegarkan plus view perairan Danau Toba.

Nuansa alam Danau Toba semakin kental kata singgah di Air Terjun Janji. Posisinya tersebut langsung berhadapan dengan bibir Danau Toba. Air Terjun Janji memiliki ketinggian sekitar 30 Meter. Airnya pun putih dengan warna kontras tebing, batuan, hingga vegetasi di sekitarnya. Di bawahnya terhampar batu granit beragam ukuran. Area ini sudah tertata rapi dan dilengkapi fasilitas toilet juga pemandian.

“Menikmati Danau Toba dengan konsep tematik sangat menarik. Meski temanya alam, tapi experience yang ditawarkan beragam. Wisatawan bisa mendapat banyak warna, meski sentralnya perairan Danau Toba. Kesemuanya sangat unik dan menarik,” terang Kabid Pengembangan Wisata Sejarah dan Warisan Budaya Kemenpar Anna Sunarti.

Menikmati tematik alam, wisatawan juga bisa menemukan nuansa Bali di Kawasan Danau Toba. Sudut ini berada di Tipang dan Goting. Tipang menjadi representasi eksotisnya Ubud, Bali. Sebab, Tipang juga memiliki area persawahan unik. Konsep pengairannya mirip Subak, lalu masa tanam dan panen para petani bersamaan. Tipang juga memiliki spot air terjun dan akses langsung ke perairan Danau Toba.

Semakin eksotis, Tipang memiliki karakter bukit seperti Ubud. Namun, nuansanya lebih natural karena belum ada kafe-kafe seperti Ubud. Meski demikian, Danau Toba tetap menawarkan paket lengkap yang eksotis melalui destinasi Bakkara. Di sini wisatawan akan menikmati alam, budaya, sejarah, dan geosite sekaligus. Kombinasi alamnya perbukitan dan persawahan, lalu warna sejarahnya Sisingamangaraja.

“Kami tetap rekomendasikan Danau Toba sebagai destinasi liburan terbaik. Para wisatawan bisa puas menikmati alamnya. Menariknya, setiap daerah punya karakter berbeda. Beberapa destinasinya bahkan mirip dengan alam Bali. Siapapun pasti akan terkesan saat datang langsung ke sana,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani.

Danau Toba juga menawarkan experience melalui alur perjalanan lain. Ada 4 pola ekspedisi yang ditawarkan. Pusat aktivitasnya ada di Balige, Pangururan, Parapat, dan Tongging. Untuk area Balige pola rutenya ada 7, seperti Sipinsur-Huta Ginjang. Bisa juga Balige-Tara Bunga-Muara-Sibandang atau Dolok Sanggul-Sipinsur-Huta Ginjang hingga Dolok Sanggul-Istana Sisingamangaraja-Bakkara.

Keberagaman rute juga dimiliki cluster Pangururan dengan 3 pola besar. Ada Pangururan-Sianjur Mula Mula-Pusat Informasi Kaldera Toba-Batu Hobon-Aek Sipitu Dai-Menara Tele-Hutan Wisata Tele. Lalu, alternatif lain adalah Pangururan-Air Terjun Elfrata-Bukit Holbung atau Pangururan-Danau Sidihoni-Pantai Parbaba.

“Kawasan Danau Toba tetap menjadi destinasi ramah bagi wisatawan. Semuanya memang indah. Ada banyak destinasi dengan ragam aktivitas yang tinggi. Kami harap, konsep tematik dan rute perjalanan lainnya semakin memudahkan mobilitas wisatawan,” papar Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini.

Rute lain juga bisa dinikmati melalui cluster Parapat. Ada 5 peta perjalan, seperti Parapat-Sibaganding Monkey Forest-BODT Area, Parapat-Taman Eden-Jangga Dolok, lalu Parapat-Ajibata-Silima Lombu. Dan alternatif lainnya, Tomok/Tuk Tuk-Batu Parsidangan Siallagan-Museum Batak Huta Bolon. Untuk cluster Tongging diantaranya rute Tongging-Si Piso Piso-Taman Simalem Resort.

“Wisatawan kini memiliki banyak pilihan untuk mengeksplorasi Kawasan Danau Toba. Pergerakan mereka akan semakin efisien karena panduannya jelas. Dengan begitu, mereka bisa menikmati nuansa eksotis Danau Toba secara utuh. Enjoy Danau Toba,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *