Tari Ketuk Tilu Jadi Pembuka Pameran Misi Penjualan Pariwisata Nusantara di Bandung

73 0

BANDUNG – Pameran Misi Penjualan Pariwisata Nusantara yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenparekrsf/Baparekraf) resmi dibuka,Sabtu (14/11/2020) siang. Event ini akan berlangsung hingga 15 Agustus 2020, di Mall Festival Citilink Bandung, Jawa Barat.

Nuansa budaya sangat terasa dalam pembukaan pameran yang dimaksudkan untuk kembali membangkitkan pariwisata dalam negeri itu. Salah satu yang menyita perhatian adalah Tari Ketuk Tilu Kembang Beureum. Tarian ini merupakan tarian klasik yang terkenal di Jawa Barat. Sebab, ia merupakan salah satu tarian yang menjadi cikal bakal dari beberapa tarian yang populer di Jawa Barat.

Menurut sejarahnya, dahulu Tari Ketuk Tilu merupakan tarian pada upacara adat menyambut panen padi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Dewi Sri (Dewi Padi dalam kepercayaan masyarakat Sunda). Upacara ini dilakukan pada waktu malam hari dengan mengarak seorang gadis ke tempat luas diiringi bunyi-bunyian. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, Tari Ketuk Tilu menjadi tarian pergaulan dan hiburan bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menyampaikan ucapan terima kasih kepada industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang telah mendukung kegiatan pameran misi penjualan pariwisata nusantara di Bandung.

“Pemerintah, dalam hal ini Kemenparekraf selalu bersama-sama dengan industri pariwisata dan ekonomi kreatif, komunitas dan masyarakat selalu ingin memberikan yang terbaik. Untuk itu, berbagai macam program kita lakukan untuk mengangkat kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang selama ini terpuruk,” ujar Taufik

Lebih lanjut Taufik mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan wisata dan berbelanja cukup di dalam negeri saja agar sektor ekonomi di daerah kembali baik. “Kami berharap di era pandemi ini kita tetap produktif melaksanakan aktivitas-aktivitas yang mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan bersama-sama mendukung pemerintah dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” tambah Taufik

“Hari ini ada pameran selama dua hari. Bagi para pengunjung yang sudah tidak betah lagi tinggal di rumah, yang ingin melakukan perjalanan wisata maupun yang tertarik dengan produk ekonomi kreatif silakan melihat produk ekonomi kreatif dan paket perjalanan wisata yang menarik di sini,” tambah Taufik.

Ia mengajak semua pihak untuk ikut berpartisipasi menggerakkan roda perekonomian melalui pergerakan wisatawan domestik atau Nusantara. Meski di era pandemi, Taufik mengaku Kemenparekraf/Baparekraf memiliki strategi pemasaran pariwisata Nusantara. Pertama, kata dia, jangan terlalu jauh melakukan perjalanan. Kedua, lakukan perjalanan road trip yaitu pergerakan melalui jalur darat dengan mobil. Ketiga, inter island atau melakukan perjalanan antar-provinsi.

“Kami berharap kepada industri pariwisata dan ekonomi kreatif se-Jawa Barat untuk mendukung  program pemerintah dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ajak dia.

Direktur Pemasaran Regional I Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu menjelaskan event ini adalah sarana promosi, khususnya promosi wisata Nusantara dan ekonomi kreatif. “Event ini kita jadikan sebagai sarana promosi wisata Nusantara serta menjadi upaya untuk meningkatkan ekonomi kreatif,” tegas dia.

Vinsensius Jemadu memaparkan alasan ‘Pameran Misi Penjualan Pasar Nusantara’ diselenggarakan. Menurutnya, pandemi COVID-19 ini telah mengubah semua tatanan kehidupan masyarakat, bukan hanya nasional tetapi juga pada tatanan global. “Dan salah satu sektor yang paling parah kena imbasnya itu kan pariwisata. Boleh dibilang sektor pariwisata sekarang itu mulai dari bulan Februari sampai bulan Maret rata-rata orang bekerja dan beraktivitas dari rumah. Sementara kita tahu kalau pariwisata itu DNA-nya adalah perjalanan dan pergerakan. Saat semua itu terhenti, maka berhentilah nafas kehidupan pariwisata,” kata Vinsensius Jemadu.

Tak mau terus terpuruk, Kemenparekraf/Baparekraf berusaha agar industri pariwisata dan ekonomi kreatif bangkit dan bergeliat lagi. Dalam kerangka itu, Vinsensius Jemadu menjelaskan jika instansinya memiliki tiga langkah strategis. Pertama, kata dia, pada saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dilonggarkan atau pengetatan sudah mulai relaksasi, Kemenparekraf/Baparekraf berusaha mengajak masyarakat ditahap pertama mengajak untuk menikmati suasana baru di tempat terdekat. “Itu dilakukan mulai awal bulan Juni hingga Juli. Kemudian dari bulan Juli kita sudah mulai menikmati suasana di luar kota, tapi tetap dengan tidak berkumpul di luar dan tetap staycation di tempat,” papar dia.

Strategi ketiga adalah mendorong orang-orang bisa bergerak dari satu pulau ke pulau lain pada akhir tahun dengan target perekonomian pariwisata bisa segera tumbuh. “Kita tahu bahwa ada dua hal yang urgent dan penting. Pertama adalah kesehatan dan kedua yakni perekonomian. Seperti Bapak Presiden katakan bahwa kita harus hidup berdampingan dengan COVID-19. Tapi mari kita patuhi 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” tutupnya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *