Teknis Pelatihan Pertanian di NTB Direview

471 0

NUSA TENGGARA BARAT – Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Barat melakukan merevisi dan memperbaiki materi paket pelatihan teknis pertanian. Hal ini dilakukan dalam Review Paket Teknologi Komoditas Tanaman Bernilai Tinggi, Senin-Rabu, (15-17/2/2021), di Ruang Rapat Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan.

Kegiatan yang menjadi bagian dari program Integrated Partisipatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP), juga memberikan rekomendasi kepada instansi lain terkait layanan pelatihan dan penyedia informasi teknologi seperti BPTP.

Hal ini sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mencanangkan program utama pembangunan pertanian untuk mewujudkan pertanian indonesia maju mandiri dan modern.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan akan mendukung kegiatan yang berdampak positif  untuk pertanian Tanah Air.

“Kementerian Pertanian sangat serius untuk memajukan pertanian, dari hulu sampai hilir. Oleh karena itu kita selalu berupaya meningkatkan kapasitas SDM pertanian, termasuk penyuluh. Dengan SDM berkualitas, pertanian Indonesia akan selalu berproduksi dengan positif,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan jika pengungkit produktivitas adalah inovasi teknologi dan sarana dan prasarana. Ada juga kebijakan peraturan perundangan, dan tak kalah penting adalah SDM.

“Dan ternyata kontribusi sumber daya manusia itu menduduki 50 persen. Kata kuncinya sekarang bagaimana caranya mencetak sumber daya manusia yang betul-betul bisa mengimplementasikan teknologi,” ujarnya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, pertanian membutuhkan SDM yang betul-betul memanfaatkan sarana dan prasarana.

“Serta bisa taat terhadap semua kebijakan dengan memanfaatkan peraturan perundangan dan sebagainya, agar produktivitas meningkat secara tajam dengan cara pelatihan,” tuturnya.

“Pembangunan pertanian harus dilakukan dari pembangunan SDM. Siapa itu SDM pertanian? yaitu petani, penyuluh, petani milenial, poktan, gapoktan, termasuk staf lapangan. Semua harus meningkatkan kemampuan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian,” tambahnya.

Kegiatan Review Paket Teknologi Komoditas Tanaman Bernilai Tinggi sendiri dihadiri oleh penyuluh, staff lapangan dan perwakilan petani dari kabupaten pelaksana kegiatan IPDMIP yaitu Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu dan Bima.

Selain itu dihadiri juga oleh perwakilan BPTP Balitbangtan NTB, Balai Perlindungan Tanaman Pertanian Provinsi NTB, Perwakilan Penyuluh Provinsi NTB, Perwakilan Widyaiswara Provinsi NTB, Konsultan Regional 7 Pertanian dan Konsultan OGO.

Sementara penyuluh pertanian pusat, Yulia TS, sekaligus PIC regional 7 yang meliputi NTB dan NTT, berharap dalam pertemuan ini  petani di daerah irigasi yang direhabilitasi dapat memperoleh saran teknis sesuai kebutuhan.

“Juga mudah menyerap dan menerapkan informasi teknologi yang terkait dengan usahatani komoditas pertanian bernilai tinggi,” katanya.(YTS/EZ)

Related Post

Penyuluh OKU Dibekali Pelatihan Rantai Nilai IPDMIP

Posted by - 15 September 2020 0
DESTINASIDIGITAL.COM//SUMATERA SELATAN – Untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petugas Penyuluh pertanian pendamping program IPDMIP, dilaksanakan pelatihan dasar fasilitasi rantai nilai,…

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *