Terapkan Protokol Kesehatan, Kemenparekraf Bersihkan Taman Wisata Iman Dairi

69 0

DAIRI – Dengan menerapkan protokol kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif /Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dan pelaku pariwisata di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, membersihkan destinasi Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo. Fokus kegiatan bersih-bersih yang menjadi bagian Rebound Desa Wisata, dilakukan di Taman Firdaus yang merupakan salah satu spot di Taman Wisata Iman.

Dalam kegiatan itu, Kemenparekraf melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, membagikan alat kebersihan dan kesehatan.

Alat kebersihan dan kesehatan yang diberikan adalah 5 wastafel portable, 5 set tong sampah, 10 hand sanitizer dan bracket, 2 sprayer disinfektan otomatis, 5 galon disinfektan, 300 masker, 2 Thermo gun serta 100 set sapu- serokan dan garukan sampah.

Wijonarko, Koordinator Area 1 Direktorat Regional 1 Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, mengatakan pemulihan pariwisata bisa dilakukan dari pemulihan destinasi.

“Oleh karena itu, pemulihan destinasi menjadi salah satu fokus yang dilakukan Kemenparekraf untuk mengembalikan sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19,” tuturnya.

Wijonarko berharap alat kebersihan dan kesehatan yang diberikan bisa manfaatkan dengan baik.

“Kita semua ingin pariwisata segera pulih, destinasi pun bisa dikunjungi lagi. Dan hal itu bisa dilakukan jika kita menerapkan protokol kesehatan,” kata Wijonarko.

Hal senada disampaikan Andhy Marpaung, Sub Koordinator Area 1A Direktorat Pengembangan Destinasi Regional 1 Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf.

“Bantuan alat-alat kebersihan dan kesehatan diberikan agar pelaku pariwisata bisa segera pulih dan aktivitas perekonomian warga bisa kembali,” katanya.

Andhy Marpaung menambahkan, penerima manfaat Kegiatan Rebound Desa Wisata Destinasi Super Prioritas Danau Toba Dairi dalam rangka Pemberian Dukungan Pengembangan Desa Wisata di Destinasi Pariwisata Regional I Destinasi Super Prioritas Toba adalah pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dan masyarakat yang terdampak ekonominya akibat Covid-19.

Andhy berharap bantuan ini bisa menunjang dan meningkatkan kualitas serta daya saing destinasi pariwisata Indonesia.

“Dan yang paling penting adalah pelaku pariwisata bisa menerapkan CHSE sehingga destinasi bisa segera pulih,” katanya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *