Terima Bantuan Alsintan, Pertanian di Kukar Semakin Produktif

18 0

KUTAI KARTANEGARA – Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur merupakan salah satu kabupaten yang menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bantuan alsintan tersebut disalurkan dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian di Kukar.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, alsintan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi ciri pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern.

“Pertanian Indonesia maju, mandiri dan modern telah memasuki era 4.0 yang ditandai dengan modernisasi alsintan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil meyakini bahwa kehadiran alsintan dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Sebab, menurutnya, berbagai macam jenis dan kegunaan alsintan sangat bermanfaat dalam membantu proses budi daya pertanian.

“Misalnya dalam mengolah lahan, alsintan mampu menghemat waktu dan biaya produksi. Sementara saat panen raya, alsintan mampu meningkatkan produktivitas budi daya petani,” kata Ali.

Oleh karena itu, Ali berharap, bantuan alsintan dapat dikelola, dimanfaatkan dan dirawat para petani dengan baik. Ali meminta petani mengoptimalkan dan memaksimalkan penggunaan alsintan dengan baik. Sebab, dengan penerapan mekanisasi pertanian, produksi dan produktivitas pertanian ikut meningkat.

“Pengelolaan dan pemanfaatan alsintan dengan baik juga dapat berdampak pada peningkatan pendapatan petani,” ujarnya.

Meningkatnya pendapatan petani, kata dia, diharapkan dapat berdampak pula pada peningkatan kesejahteraan.

“Tidak kalah penting adalah perawatan dan pemeliharaan alsintan. Perawatan sangat penting, karena dapat membuat alsintan berumur panjang dan kinerjanya lebih maksimal,” ujar Ali.

Untuk itu, ia menegaskan, optimalisasi alsintan diperlukan sebagai langkah awal dalam upaya meningkatkan pembangunan pertanian Indonesia.

Utamanya, kata dia, untuk mewujudkan ketahanan pangan. Pasalnya, mekanisasi pertanian modern mampu meningkatkan produksi padi pada tahun-tahun mendatang.

“Saya berharap, adanya teknologi tidak akan menurunkan produksi. Gunakanlah alat canggih yang ada supaya produksi bisa meningkat. Hal ini sekaligus meningkatkan ketahanan pangan dan ekspor,” ucap Ali.

Sementara itu, Direktur Alsintan Direktorat Jenderal (Ditjen) PSP Kementan Andi Nur Alamsyah mengatakan, alsintan dapat membantu percepatan proses budi daya pertanian.

“Baik itu percepatan olah tanah, percepatan tanam, hingga percepatan panen. Dengan begitu, petani pun bisa meningkatkan Indeks Pertanaman (IP),” jelasnya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *