Tingkatkan Indeks Pertanaman, Kementan Lakukan Opla Rawa di Pinrang 500 Ha

20 0

PINRANG – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan lahan rawa di berbagai wilayah Indonesia untuk menggenjot stok pangan nasional. Salah satunya di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulsel ditargetkan seluas 500 ha.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, optimasi lahan (Opla) rawa merupakan jawaban untuk ketersediaan ketahanan pangan Indonesia di masa depan, di tengah pertumbuhan penduduk yang semakin cepat.

“Di saat lahan pertanian makin terpinggirkan keberadaanya, Kita harus berusaha keras menciptakan lahan-lahan baru yang nantinya dapat Kita lindungi. Optimasi lahan rawa merupakan salah satu cara yang strategis,” ujar Mentan Amran.

Dijelaskannya, tujuan opla adalah mengoptimalkan pemanfaatan sawah di lahan rawa melalui perbaikan infrastruktur guna meningkatkan indeks pertanaman atau produktivitas padi sawah di lahan rawa.

“Kita terus berupaya meningkatkan produksi dan indeks pertanian secara signifikan sebagai upaya meningkatkan kemandirian pangan dan ketahanan pangan nasional,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran memaparkan, Program PAT (Penambahan Areal Tanam) dilaksanakan Kementan di antaranya melalui kegiatan pompanisasi dan optimasi lahan. Optimasi Lahan ini dilaksanakan melalui kegiatan penataan sistem tata air dan lahan yang telah dimanfaatkan.

“Semua akan kita dukung dengan maksimal baik untuk sarpras maupun mekanisasinya. Kegiatan optimasi lahan kita berharap tercipta hasil yang berkualitas serta tercapainya target produksi padi dan jagung,” tutur Mentan Amran.

Dukungan kegiatan optimasi lahan rawa ini bisa dimulai dengan penyusunan dokumen Survei Investigasi Desain (SID), lalu dilanjutkan dengan pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur air dan lahan, dan pengolahan tanah hingga tanam.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil menjelaskan, untuk Kabupaten Pinrang sendiri, optimasi lahan rawa mencapai 500 Ha. Kegiatan konstruksi optimasi lahan rawa terdapat sejumlah pilihan, yakni pembangunan/rehabilitasi tanggul, rehabilitasi/pembangunan pintu air, dan rehabilitasi/pembangunan saluran irigasi dan drainase.

Selain itu, juga ada pengadaan pompa air, pipa atau gorong-gorong, pembuatan Jembatan Usaha Tani (JUT), penyiapan atau pengolahan lahan, dan penanaman.

“Langkah awal peningkatan produksi padi akan ditempuh dengan meningkatkan luas tanam melalui peningkatan Indeks Pertanaman dengan program optimasi lahan. Antara lain penataan tanggul, pembangunan pintu-pintu air, pompanisasi, dan lain-lain,” jelas Ali Jamil.

Namun, untuk kegiatan Opla akan difokuskan pada kegiatan penyiapan lahan dan pembangunan atau rehabilitasi konstruksi yang dapat menata air. Upaya tersebut untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi risiko banjir atau genangan air yang dapat merusak tanaman pertanian.

Ali Jamil menerangkan, kegiatan Opla di Kabupaten Pinrang, diawali proses SID untuk mengidentifikasi calon petani dan lokasi kegiatan hingga menyusun desain dan rencana infrastruktur lahan pertanian rawa yang akan di optimasi,

“Kegiatan SID dan penyusunan desain telah selesai dilakukan semua. Hingga saat ini, 21 Mei 2024 telah dilaksanakan implementasi dari SID itu berupa pembangunan konstruksi optimasi lahan rawa seperti rehabilitasi tanggul, rehab atau pembangunan pintu air untuk tata kelola air, hingga pengolahan lahan siap tanam yang masih berlangsung di lapangan,” sebut Ali Jamil.

Diketahui, pelaksanaan Optimasi Lahan Rawa di Kabupaten Pinrang dilaksanakan pada 5 kecamatan yaitu Kecamatan Lanrisang, Kecamatan Suppa, Kecamatan Watang Sawitto, Kecamatan Duampanua dan Kecamatan MT Sompe.

“Lahan-lahan yang telah dioptimasi dan ditanami ini diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pertanaman,” pungkasnya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *