Untuk Bali Recovery, Kemenpar Gelar Famtrip untuk TA/TO dan Media

107 0

Bali – Kementerian Pariwisata memperlihatkan komitmen untuk mendukung Bali Recovery. Caranya, menggelar Familiarization Trip (Famtrip) ke Pulau Dewata, 26 – 30 September. Kegiatan ini melibatkan 40 travel agent dan tour operator (TA/TO), serta 9 media dan key opinion leader (KOL) dari China.

“Program ini merupakan bentuk dukungan Kemenpar kerjasama dengan Bali Tourism Board untuk Bali Recovery. Salah satu alasannya, karena kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal China menurun. Kunjungan wisman China ke Bali turun hingga 24,42% pada Bulan Juli 2019 dibandingkan Juli 2018. Dari 148.164 wisman menjadi 111.986 wisman China,” kata Nia Niscaya, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II, Minggu (29/9).

Menurutnya, penurunan disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, dampak penutupan toko yang melakukan praktik ilegal sejak awal tahun 2019. Alasan lain adalah isu keamanan dan pungli di imigrasi Bandara Ngurah Rai.

“Lewat Kegiatan famtrip, kita ingin mengembalikan kepercayaan wisman China untuk mengunjungi Bali. Kita ingin sampaikan jika Bali masih aman dan nyaman,” paparnya.

Nia menegaskan jika Bali masih menjadi daerah tujuan favorit bagi wisman China untuk datang ke Indonesia. Didukung dengan tersedianya direct flight dari China ke Bali menggunakan maskapai Garuda Indonesia, China Eastern, China Southern, dan Xiamen Air.

Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional I Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu menambahkan, wisman China menggemari banyak hal.

“Selain wisata pantai yang memang favorit, wisman China juga menggemari seni budaya asal Bali. Untuk itu, berbagai aktivitas kita siapkan untuk menunjukkan keindahan Bali. termasuk mengunjungi Taman Nusa yang merupakan taman wisata budaya Indonesia dalam suasana alam Pulau Bali,” papar pria yang akrab disapa VJ itu.

Selain itu, para peserta juga mengunjungi Pura Penataran Agung Lempuyang yang dikenal dengan istilah “The Gate of Heaven”. Mereka juga ke Tulamben sebagai surganya dunia bawah laut, Taman Ujung Water Palace, hingga Museum Tirta Gangga.

“Hotel inspection ke beberapa hotel dan resort berbintang, kita masukkan juga ke dalam agenda famtrip,” sahut Vinsensius Jemadu.

Tidak hanya aktivitas yang telah disiapkan, Kemenpar dan BTB sudah menyiapkan table top meeting dan sesi networking untuk travel agent dan tur operator dari China dengan travel agent di Bali pada tanggal 29 September 2019 di H Sovereign Resort.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan posisi Bali sangat penting buat sektor pariwisata Indonesia.

“Bali adalah destinasi utama di Indonesia. Tujuan dari semua wisatawan mancanegara. Garansinya pun ada. Bali sering dinobatkan menjadi destinasi terbaik dunia. Terbaru, Bali menjadi Destination of The Year 2019 dalam TTG Travel Award. Penghargaan ini menjadi penambah semangat kita untuk mendukung Bali Recovery,” paparnya.

Seperti halnya Bali, wisatawan China juga cukup mempengaruhi. Karena kunjungan wisman Negeri Tirai Bambu menjadi salah satu yang terbesar di Tanah Air.

“Wisatawan asal China selalu menjadi rebutan. Karena, mereka selalu traveling dalam jumlah besar. Untuk itu, kita harus bersaing. Harus menyiapkan strategi untuk menjaring lebih banyak wisman China. Salah satunya lewat Famtrip. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton saat wisman China berlibur ke negara lain,” katanya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *