Wonderful Noon Bandung Seru, Seleb Medsos Berbagi Pengalaman

186 0

DESTINASIDIGITAL.COM, BANDUNG – Wonderful Noon yang digelar di Orchid Forest, Cikole, Bandung, Jumat (8/3), penuh keseruan. Diikuti para selebgram, blogger, youtuber dan industri, mereka diajak bersenang-senang sambil berbagi pengalaman.

Mengambil tema “White of Wonders – The Extra Ordinary Experience”, Wonderful Noon merupakan acara unggulan Biro Komunikasi Publik, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang digelar dua kali setahun.

Selebgram yang hadir di antaranya Dinda Maulina, Nicko Irham, Abimanyu Bhakti Pratama, Arie Novwan, Riana Rizki, Yumna Kemal, Eddi Brokoli, Samuel Reinhard Harlan dan Reza Maulana Malik dan yang lainnya. Mereka semua diajak bersama-sama mengibarkan Pariwisata Indonesia di mata dunia lewat digital.

Seperti apa keseruannya? Sejak sore hari, peserta diajak berkeliling menikmati suasana Cikole Orchid Forest. Kemudian, mereka diajak bermain aneka fun game seperti lomba menggambar di payung, lomba merias cowok, lomba pose foto dan lainnya.

Permainan ini juga ada hadiahnya yang persembahan industri yang sudah co-branding dengan Wonderful Indonesia. Seperti voucher menginap di hotel Tauzia Group dan berbagai produk dari Martha Tilaar, Sariayu, Hydrococo, Go Fress, Bakmi Naga, Aerofood ACS Garuda Indonesia Group, Bandung Kunafe, Pixel Group, Kalaha Group, Canon Data Script, Focus Nusantara, Pipiltin Cocoa, STP Bandung, Cikole Orchid Forest dan media pendukung Oz Radio Bandung.

Malam harinya, sebelum makan malam dengan nuansa romantis, ada penampilan Panja Dance, tarian perpaduan tari temporary dan balet.

Acara makin meriah dengan penampilan paduan suara mahasiswa Universitas Padjajaran Bandung, beauty magician dan fashion show trend warna Sariayu 2019 dari Martha Tilaar dan ditutup dengan makan malam yang dipersembahkan oleh penampilan Chef Ronald Wei.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara mengatakan, Wonderful Noon sebagai bentuk apresiasi Kemenpar kepada para milenial yang turut membantu promosi pariwisata melalui media digital. Kegiatan ini juga bertujuan mempublikasikan dan mempromosikan pengelolaan informasi kebijakan dan program pembangunan Kemenpar melalui media sosial resmi kepada penggiat media sosial dan stakeholder Pariwisata.

“Di era milenial, jemari bisa menyejahterakan. Bukan hanya jemarimu harimaumu. Media sosial bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif, seperti turut mempromosikan pariwisata Indonesia baik itu destinasinya, budayanya, bahkan kulinernya,” ujar Ukus Kuswara, Jumat (8/3).

Dijelaskannya, perkembangan industri digital era 4.0 saat ini membuat sektor pariwisata Indonesia harus bergerak mengikutinya. Kemenpar semakin aktif menerapkan pengembangan pariwisata atau tourism 4.0 untuk menjangkau wisatawan milenial.

“Digitalisasi sudah menjadi hal yang tidak bisa lepas dari keseharian masyarakat. Kehadiran kaum milenial, terutama di media sosial sangat berpengaruh bagi perkembangan pariwisata Indonesia, yang bisa menjadi sarana promosi di mata dunia,” kata Ukus Kuswara.

Ukus Kuswara menekankan pentingnya peran media digital bagi keberlangsungan pariwisata. Terlebih, aktivitas pariwisata yang berjalan kini banyak dilakukan oleh anak muda dengan memanfaatkan teknologi digital.

Karena itulah, diperlukan kesiapan khusus dan serius untuk mengembangkan pariwisata berbasis digital untuk menarik kunjungan wisatawan milenial. Adanya perubahan pola perilaku kaum milenial yang semakin mobile dan personal harus diadaptasi lewat pengembangan destinasi digital.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti menambahkan, Wonderful Noon ini sengaja memperkenalkan para selebgram dengan industri yang sudah co-branding dengan Wonderful Indonesia.

Menurutnya, pariwisata berbasis digital merupakan instrumen yang baik untuk menarik minat kunjungan dan memobilisasi wisatawan milenial. Selain itu, industri juga bisa memanfaatkan para selebgram tersebut untuk berpromosi.

“Gaya hidup kaum milenial sudah berubah. Orang yang berkunjung ke suatu destinasi pariwisata pasti akan mengabadikan momen lewat foto, kemudian mempostingnya di media sosial. Karena itulah, sekarang berkembang destinasi digital yang instagrammable,” ujar Guntur.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik penyelenggaraan “Wonderful Noon“ Bandung karena sejalan dengan semangat Presiden Jokowi yang menyebutkan bahwa milenial adalah masa depan Indonesia.

“Milenial itu selalu digital, mobile, dan interaktif. Ini menjadi sifat dari digital yakni semakin digital, semakin personal (the more digital, the more personal),” ujar Menpar.

Dalam industri pariwisata, tambah Menpar, perubahan perilaku konsumen itu terlihat ketika search and share, 70% sudah melalui digital. Industri travel agent sudah tidak lagi bisa mengandalkan walk in service untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata. “Semua sudah berubah dengan digital,” kata Arief Yahya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *