World Water Forum, Pariwisata, dan Kenegarawanan Jokowi dan Prabowo di Mata Dunia

36 0

JAKARTA – Penyelenggaraan World Water Forum (WWF) yang berlangsung di Indonesia baru-baru ini menjadi momen penting bagi negara ini di panggung internasional. Forum ini bukan hanya menjadi ajang diskusi mengenai isu-isu krusial terkait air, tetapi juga menjadi event untuk menunjukkan keunggulan pariwisata Indonesia serta sikap kenegarawanan dua pemimpin bangsa, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Pakar Strategi Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi mengatakan, Melalui WWF memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya lokal. Dari destinasi populer seperti Bali hingga permata tersembunyi seperti Danau Toba, forum ini memberikan dorongan signifikan bagi sektor pariwisata Indonesia.

“Ajang ini tentu saja memiliki dampak bagi sektor pariwisata RI. Dengan ribuan peserta dari berbagai negara, World Water Forum akan meningkatkan jumlah kunjungan internasional ke Bali. Para peserta forum yang terdiri dari delegasi pemerintah, organisasi internasional, akademisi, serta praktisi dari berbagai sektor, akan menghabiskan waktu di Bali,” ujar Taufan Rahmadi.

Pelaksanaan WWF di Bali akan menjadi ajang promosi global bagi destinasi wisata Indonesia. Liputan media internasional dan kehadiran banyak pengunjung dari berbagai negara akan menempatkan Bali dan Indonesia secara umum di panggung dunia.

“Ini akan memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata utama yang tidak hanya menawarkan keindahan alam tetapi juga mampu menjadi tuan rumah bagi acara internasional bergengsi,” ungkapnya.

Meskipun isu utamanya adalah membahas air, menurut Taufan WWF erat hubungannya dengan pariwisata. Dengan menyelenggarakan forum ini, Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian air dunia.

“Upaya-upaya ini dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan di Indonesia, khususnya Bali, yang merupakan salah satu aset utama pariwisata di wilayah ini,” ungkap Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran bidang pariwisata dan ekonomi kreatif ini.

Dalam pengamatannya, selama penyelenggaraan WWF, Presiden Jokowi menunjukkan sosok kenegarawanannya dengan memperkenalkan Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih. Langkah ini bukan hanya mencerminkan transisi kekuasaan yang damai dan demokratis, tetapi juga menegaskan kontinuitas komitmen Indonesia terhadap isu-isu lingkungan, khususnya kelestarian air.

Penyelenggaraan World Water Forum di Indonesia bukan hanya menjadi ajang diskusi global mengenai isu-isu air, tetapi juga menjadi panggung bagi Indonesia untuk mempromosikan keindahan pariwisatanya dan menunjukkan kenegarawanan pemimpinnya

“Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menunjukkan peran aktifnya dalam forum internasional ataupun amannya Indonesia sebagai destinasi wisata dunia tetapi juga memperlihatkan kedewasaan dan kematangan politik yang diapresiasi oleh dunia internasional,” kata Taufan.

Ditambahkannya, perkenalan Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih oleh Jokowi di forum ini menandakan transisi kekuasaan yang harmonis dan komitmen berkelanjutan terhadap isu kelestarian air.

Jokowi, dalam pidatonya, menekankan pentingnya program-program terkait air yang telah dijalankan selama masa kepemimpinannya dan menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo akan melanjutkan dan memperkuat program-program tersebut.

“Saya yakin bahwa di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, Indonesia akan terus berperan aktif dalam upaya pelestarian air dunia. Program-program yang telah kita jalankan bersama akan dilanjutkan dan dikembangkan,” ujar Jokowi dalam pidatonya.

Dalam beragam kesempatan, Presiden terpilih Prabowo Subianto menunjukkan visi misi Asta Cita dan komitmennya terhadap isu kelestarian air. Dalam Asta Cita (8 misi Prabowo-Gibran) disebutkan penekanan program perbaikan kualitas gizi, air bersih dan sanitasi masyarakat guna mengatasi ancaman stunting atau gizi buruk.

Sementara itu untuk penyediaan air bersih, Prabowo-Gibran bakal meningkatkan program resapan air dan membangun embung-embung air termasuk program pipanisasi air bersih juga bakal dilaksanakan untuk menjamin ketersedian air bersih yang merata di seluruh daerah.

“Prabowo menyatakan bahwa salah satu prioritas utamanya adalah memastikan keberlanjutan sumber daya air untuk generasi mendatang,” kata Taufan.

Untuk diketahui selama menjabat sebagai Menhan, Prabowo sudah gencar berkolaborasi dengan ilmuan Universitas Pertahanan (Unhan) untuk mewujudkan titik air bersih.

Total ada 120 titik sumber air baru yang diberikan kepada masyarakat di Maluku, NTT, NTB, serta sejumlah provinsi di Pulau Jawa seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan Yogyakarta.

Tidak hanya itu, pemerintahan Prabowo-Gibran juga berkomitmen untuk menerapkan swasembada air dengan cara meneruskan bantuan pengeboran sumber air di daerah terpencil, merevitalisasi daerah aliran sungai, serta melakukan pipanisasi air.

Sekadar informasi, acara ini dihadiri para pemimpin dunia seperti Perdana Menteri (PM) Tajikistan Qohir Rasulzoda, Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, Presiden Fiji Ratu Wiliame Maivalili Katonivere, Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Haji Fadillah Bin Haji Yusof, dan Wakil Perdana Menteri Papua Nugini John Rosso.

Pertemuan juga akan diikuti Presiden World Water Council (WWC) Loïc Fauchon, Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dennis Francis, mantan Presiden Hungaria Janos Ader, utusan khusus Prancis Barbara Pompili, dan utusan khusus Belanda Meike van Ginneken.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *