Di Danau Toba, Peserta Famtrip Oman Diajak ke Bukit Holbung dan Bakar Kambing

158 0

SAMOSIR – Perjalanan Familiarization Trip Travel Agent/Tour Operator Oman di Danau Toba semakin seru saja. Berbagai aktivitas mereka lakukan, Sabtu (28/9). Dari tracking hingga membakar kambing. Semua meninggalkan kesan yang luar biasa.

Destinasi pertama yang dikunjungi peserta Famtrip adalah Bukit Holbung. Lokasinya berada di Hariarapohan, Kecamatan Harian , Kabuaten Samosir.

Bukit Holbung dikenal juga sebagai Bukit Teletubbies. Sebab, bukitnya terlihat hijau dengan hamparan rumput. Untuk sampi di puncak, pengunjung harus sedikit tracking. Tapi tidak perlu khawatir. Karena, jalurnya ringan. Hanya sekitar 10 menit perjalanan.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya, Bukit Holbung memberikan pengalaman berbeda buat peserta Famtrip.

“Bukit Holbung termasuk destinasi baru. Destinasi yang sedang mencuri perhatian di media sosial. Kita arahkan peserta Famtrip ke tempat ini agar mereka bisa melihat keindahan Danau Toba dari puncak Holbung. Pengalaman yang akan susah mereka lupakan,” papar Nia.

Dan benar saja. Salah saeorang peserta, Ismail David Mujahid, mengaku sangat terkesima dengan pemandangan Danau Toba dari Bukit Holbung.

“Wow luar biasa. Indah sekali. Suatu saat saya harus kembali kesini. Saya akan datang lagi,” tutur Ismail, warga Amerika yang tinggal dan bekerja di Oman.

Dari Bukit Holbung perjalanan dilanjutkan ke Air Terjun Efrata. Destinasi ini tidak kalah indahnya. Tidak seperti air terjun lain, Efrata tidak susah untuk dicapai.

Sudah ada jalur tracking yang representatif. Jarak dari tempat peserta turun mobil hingga ke bawah air terjun juga singkat. Hanya sekitar 5 hingga 7 menit. Waktu yang singkat untuk menikmati indahnya air terjun berlapis di Efrata.

Namun, bagian paling seru dari trip hari ini adalah malam hari. Tidak seperti kebanyakan famtrip, kali ini TA/TO asal Oman itu membuat sendiri makanan untuk santap malam.

Dan menu yang mereka pilih adalah memanggang kambing. Para peserta ini mengolah sendiri bumbu serta salad pendukungnya. Mereka juga membakar daging-daging kambing yang mereka potong.

Setelah itu, dengan ramah para peserta ini mengajak semua yang ada disekitar untuk mencicipi menu yang biasa mereka makan di negaranya.

Menurut Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional III Kemenpar Sigit Witjaksono, hal seperti ini biasa dilakukan warga Oman.

“Hal seperti ini lazim mereka lakukan. Apalagi jika lokasinya mendukung seperti di Bandung, Puncak dan Danau Toba. Cuaca di sekitar Danau Toba ini dingin, makanya mereka berinisiatif menggelar makanan itu,” papar Sigit.

Bat Menteri Pariwisata Arief Yahya, sebagai destinasi super prioritas, Danau Toba harus ramah terhadap semua pengunjung.

“Danau Toba adalah satu dari lima destinasi super prioritas di Indonesia. Destinasi yang diharapkan bisa mendatangkan banyak wisatawan. Termasuk wisatawan mancanegara. Untuk itu, Danau Toba harus ramah terhadap semua wisatawan dari berbagai negara. Agar mereka betah dan length of staynya jadi panjang,” paparnya.(***)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *