Menggali Kekayaan Wisata dan Budaya dalam Perencanaan Program Asta Cita Prabowo-Gibran

55 0

JAKARTA – Pariwisata tidak hanya tentang destinasi dan atraksi fisik, itu juga mencakup kekayaan budaya yang menjadi daya tarik utama bagi banyak wisatawan. Di berbagai belahan dunia, budaya menjadi pondasi yang kuat untuk industri pariwisata yang berkembang pesat.

Hal ini yang dikatakan Taufan Rahmadi, Tim Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, Senin (22/4/2024).

Dalam konteks ini, jelas Taufan, program Asta Cita Prabowo Gibran yang terkait dengan pariwisata dan budaya menjadi hal yang krusial untuk diimplementasikan dalam mempromosikan, melindungi, dan melestarikan warisan budaya Indonesia sambil mengembangkan potensi pariwisata.

“Pariwisata dan kebudayaan memiliki hubungan yang erat, di mana satu mendukung yang lain. Destinasi wisata yang kaya akan budaya sering menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin mengalami warisan budaya unik suatu tempat,” kata Taufan Rahmadi.

Sebaliknya, lanjutnya, pariwisata dapat menjadi alat untuk mempromosikan pemahaman lintas-budaya dan memperkuat identitas budaya suatu bangsa.

“Semuanya sudah masuk dalam Garis Besar Perencanaan Program Asta Cita Prabowo Gibran dalam hal pariwisata dan budaya,” ujar Pakar Strategi Pariwisata Nasional ini.

Secara rinci Taufan memaparkan, garis besar perencanaan program Asta Cita Prabowo Gibran dalam hal pariwisata dan budaya meliputi, Pengembangan Destinasi Budaya, Pelestarian Warisan Budaya, Pendidikan dan Kesadaran Budaya, Pengembangan Kreativitas dan Inovasi, dan Kolaborasi Internasional.

“Dalam pengembangan destinasi budaya, akan dilaksanakan program untuk mengidentifikasi, mempromosikan, dan mengembangkan destinasi wisata budaya. Hal ini meliputi situs bersejarah, festival budaya, seni pertunjukan tradisional, dan lain-lain,” sebut Taufan.

Untuk kelestarian warisan budaya, pembangunan destinasi budaya harus dibarengi dengan upaya melindungi dan melestarikan warisan budaya.

“Ini termasuk pemeliharaan situs bersejarah, artefak budaya, bahasa, tradisi, dan prosesi keagamaan / spiritual yang unik,” lanjutnya.

Sementara untuk pendidikan dan kesadaran budaya, akan diupayakan meningkatkan program edukasi dan sosialisasi yang mendorong pemahaman dan apresiasi terhadap kebudayaan lokal dan nasional melalui pendidikan, promosi acara budaya, dan program kesadaran budaya.

“Sedangkan untuk memfasilitasi pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan, bisa melalui dukungan terhadap seniman lokal, perajin, dan industri kreatif lainnya,” kata pria peraih penghargaan Tourism Inspirational Figure 2022 ini.

“Untuk kolaborasi internasional, disiapkan program yang meningkatkan partisipasi Indonesia dalam forum internasional untuk mempromosikan pertukaran budaya, pariwisata berkelanjutan, dan pelestarian warisan dunia bersama,” sambungnya.

Lebih lanjut Taufan menuturkan, dalam mengembangkan program asta cita yang terkait dengan pariwisata dan budaya, tentunya tidak terlepas dari berbagai tantangan yang akan dihadapi. Seperti urbanisasi yang mengancam warisan budaya, perubahan iklim, dan komersialisasi budaya.

“Namun, dengan pendekatan yang holistik dan kolaboratif, hal ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan sambil melestarikan warisan budaya untuk generasi mendatang,” cetusnya yakin.

Taufan menyimpulkan, Prabowo Gibran dengan Program Asta Citanya menyadari peran vital dari pariwisata dan kebudayaan untuk saling mendukung dan berkembang secara seimbang. Dengan fokus pada pelestarian warisan budaya, pengembangan destinasi budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif.

“Pelaku pariwisata dan budaya bersama kementerian dan kelembagaan terkait dapat menjadi garda terdepan dalam mempromosikan dan melindungi kekayaan budaya Indonesia. Tentu saja ambil memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat banyak,” pungkasnya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *